Bos Danantara Soal Purbaya Mau Ambil Alih PNM: Baru Sebatas Ngobrol, Tapi Opsi Terbuka
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — CEO Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, merespons pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa, yang menyebut ingin mengambil alih PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Rosan mengakui sudah mendengar langsung dari Purbaya mengenai keinginan tersebut.
Namun Rosan mengatakan, rencana tersebut masih sebatas obrolan singkat. Rosan menambahkan, Danantara bersifat terbuka untuk menerima segala opsi dengan memperhatikan berbagai pertimbangan. Termasuk dalam hal ini soal rencana Menkeu Purbaya mengambil alih PNM.
"Kita lihat mana yang terbaik, kita selalu terbuka kok. Jadi ya kan presentasinya ke kami juga belum, yang resminya juga belum, ini barunya hanya bincang-bincang saja," kata Rosan ditemui usai menyampaikan pidato kunci pada acara CNA Summit 2026 di The Ritz-Carlton, Jakarta, Kamis (5/2/2026).
Menurut Rosan, usulan Purbaya terkait pengambil alihan PNM dari Danantara perlu dianalisa secara matang. Terlebih, kata dia, PNM juga dimiliki oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI, yang merupakan public listed company.
"Semua prosesnya harus kita jaga, kita harus proper, harus terbuka, dan kita juga harus memahami kepentingan dari minority interest dan lain-lain," terang Rosan.
Baca Juga
Purbaya Berkeinginan Ambil Alih PNM jadi SMV Khusus Penyalur KUR: Kalau Perlu BRI Saya Beli
Sebelumnya Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan keinginannya untuk memasukkan PT PNM menjadi special mission vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan, sebagai mesin khusus Kemenkeu yang menyalurkan Kredit Usaha rakyat (KUR).
Disampaikan Purbaya, ia telah mendiskusikan rencana tersebut dengan CEO Danantara Rosan Roeslani dan Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria.
“Saya sedang diskusi dengan Danantara untuk ngambil KUR-nya. Salah satu unitnya. Saya tertarik dengan PNM sebetulnya,” kata ditemui usai mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Namun demikian Purbaya mengakui diskusi dengan Danantara dan BP BUMN belum menghasilkan kata sepakat. Jika nantinya PNM bisa dialihkan kewenangan pengelolaannya di bawah Kemenkeu, Purbaya mengaku akan menjadikan PNM menjadi mesin misi khusus (SMV) untuk penyaluran kredit usaha rakyat dari pemerintah. Purbaya pun sempat berkelakar dengan menyampaikan bahwa ia bisa saja harus membeli PT Bank Rakyat Indonesia Tbk selaku induk holding ultra mikro yang membawahkan PNM, agar bisa mengambil alih PNM,

