Centrepark Siapkan 'Capex' Rp 500 Miliar pada 2026, Ancang-ancang IPO?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Centrepark Citra Corpora (Centrepark Group), perusahaan industri technology and parking management menyiapkan belanja modal (capital expenditure/capex) hingga Rp 500 miliar pada 2026 guna mendukung pengembangan bisnis, seiring perubahan kebutuhan di sejumlah lokasi operasional yang dikelola perseroan.
Chief Operating Officer (COO) & Acting Chief Financial Officer (CFO) Centrepark Group, Chris Haryadi mengatakan, kebutuhan capex tidak hanya untuk pengadaan peralatan parkir, tetapi juga solusi parkir vertikal akibat keterbatasan lahan di beberapa lokasi.
“Beberapa lokasi kami sekarang bukan hanya membutuhkan alat parkir, tapi lahannya sudah tidak tersedia lagi. Jadi solusinya bisa berupa gedung parkir atau parkir susun berbasis teknologi,” kata Chris dalam media gathering di Jakarta, Rabu (4/2/2026).
Baca Juga
Selesaikan Persoalan Parkir JIS, Pramono Anung Bakal Bangun Jembatan ke Ancol
Ia menyampaikan, Centrepark telah mengalokasikan capex hingga Rp 500 miliar untuk 1 tahun ke depan. Namun, perseroan tetap menekankan prinsip kehati-hatian dalam realisasi investasi. “Sejauh ini, kami menargetkan kurang lebih sekitar Rp 350 sampai Rp 500 miliar. Tapi catatan pentingnya, jangan sampai kita spending tapi tidak ada cuan-nya,” ujarnya.
Chris menambahkan, keputusan investasi dilakukan setelah mempertimbangkan kelayakan ekonomi dan hasil diskusi dengan pemilik lahan di masing-masing lokasi. Menurut dia, perseroan masih bersikap wait and see sebelum mengambil keputusan final.
Dari sisi pendanaan, Centrepark saat ini masih mengandalkan kekuatan keuangan internal yang didukung fasilitas pembiayaan dari sejumlah perbankan. “Bisnis ini cukup menarik, banyak bank yang justru mengejar kami untuk memberikan pendanaan. Namun, strategi kami saat ini masih menggunakan fasilitas yang ada,” ucap Chris.
Sejalan rencana capex tersebut, Centrepark tengah mempersiapkan rencana penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO). Chris menegaskan, rencana melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) bukan semata untuk mencari pendanaan eksternal.
“Kami planning untuk melantai ke bursa, tetapi tujuannya bukan untuk mencari dana luar. Kami ingin membuktikan bahwa fundamental bisnis kami ada dan siap,” tegasnya.
Sementara itu, President Director dan Founder Centrepark, Charles Richard Oentomo menyampaikan, perseroan saat ini masih menguasai sekitar 15% pangsa pasar parkir di dalam negeri. Ia menilai, regulasi parkir di Indonesia masih relatif ketat dibandingkan negara-negara tetangga.
“Market di Indonesia sebenarnya besar, tapi regulasinya highly regulated. Kalau pertumbuhan ada, tapi margin tipis, itu menjadi pertimbangan bagi investor,” ungkap Charles.
Meski demikian, Centrepark tetap menargetkan pertumbuhan revenue sekitar 10–15% pada tahun ini, dengan pengelolaan proyek mendekati 100 lokasi baru. “Kami melihat persaingan tetap sehat, dan dengan teknologi yang kami miliki, kami yakin bisa bersaing dan tumbuh secara berkelanjutan,” tutur Charles.
Baca Juga
Parkir Masuk Era Digital, Properti Menyesuaikan Selera Gen Z
Berdasarkan data Centrepark Group, nilai pasar industri parkir pada 2025 secara global diperkirakan mencapai sekitar US$ 128 miliar dan diproyeksikan meningkat menjadi US$ 236,2 miliar pada 2035 dengan tingkat pertumbuhan tahunan majemuk (compound annual growth rate/CAGR) sekitar 6,3%.
Sementara itu, pasar industri parkir di Indonesia pada 2025 diperkirakan bernilai sekitar US$ 1,1 miliar dan diproyeksikan tumbuh menjadi US$ 2,34 miliar pada 2031 dengan compound annual growth rate (CAGR) sekitar 12,1%.
Saat ini, Centrepark mengelola hampir 800 proyek di lebih dari 60 kota di Indonesia dengan dukungan sekitar 4.000 karyawan.

