Gandeng Aljazair, Indonesia Perkuat Pasar Pariwisata Afrika Utara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menerima kunjungan delegasi Majelis Rakyat Nasional (APN) Aljazair di Jakarta beberapa waktu lalu. Pertemuan ini menjadi langkah awal memperkuat kerja sama pariwisata sekaligus mempererat hubungan persahabatan Indonesia dan Aljazair.
Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa menerima langsung Ketua APN Aljazair Mohamed Yazid Benhemmouda beserta jajaran delegasi dan perwakilan Kedutaan Besar Aljazair. Menurutnya, pertemuan perdana ini membuka peluang kolaborasi yang berdampak langsung bagi pelaku pariwisata, UMKM, pemandu wisata lokal, hingga investor.
Data pascapandemi COVID-19 menunjukkan arus wisatawan Aljazair ke Indonesia tumbuh sekitar 25 persen, seiring meningkatnya volume perdagangan kedua negara. “Hal ini menjadi peluang strategis untuk memperkuat pasar Afrika Utara dan pengembangan wisatawan muslim,” ujar Ni Luh Puspa dalam keterangan tertulis, Selasa (3/2/2026).
Wamenpar menambahkan peluang tersebut juga dapat dimanfaatkan untuk mendorong transfer pengetahuan melalui enam politeknik pariwisata yang berada di bawah naungan Kemenpar. Upaya ini dinilai penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata.
Baca Juga
Dalam pertemuan itu, delegasi Aljazair menyampaikan ketertarikan mempelajari pengalaman Indonesia dalam mengelola wisata religi dan wisata alam. Kedua sektor tersebut juga menjadi fokus pengembangan pariwisata Aljazair.
Kesamaan visi tersebut membuka ruang kolaborasi strategis dalam meningkatkan kunjungan wisatawan melalui penawaran pengalaman yang saling melengkapi antara negara maritim dan negara kontinental gurun. “Indonesia dan Aljazair juga memiliki keselarasan dalam pengembangan wisata budaya,” kata Ni Luh.
Di sisi lain, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Martini Mohammad Paham mengatakan kerja sama ini masih berada pada tahap awal. Namun, pertemuan tersebut menjadi fondasi penting untuk menyiapkan promosi pariwisata yang berkelanjutan.
“Arah kerja sama ke depan akan difokuskan pada dukungan kebijakan dari badan legislatif kedua negara serta penciptaan iklim investasi yang kondusif,” tutup Martini.

