Pasokan Bahan Baku Industri Keramik Bermasalah, Menperin Langsung Telepon Gubernur Dedi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan industri keramik nasional tengah menghadapi permasalahan terkait bahan baku, khususnya dari Jawa Barat. Persoalan ini disampaikan seusai berbincang dengan Ketua Umum Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edy Suyanto.
"Rupanya ada kebijakan dari pemerintah Jawa Barat yang menghentikan atau melakukan moratorium untuk suplai bahan baku dari industri keramik," ucap Menperin Agus saat ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Baca Juga
Industri Keramik kian Bangkit, SNI hingga Antidumping Jadi Pendongraknya
Apalagi, berdasarkan penjelasan Menperin Agus, sekitar 50–60% bahan baku industri keramik nasional berasal dari Jawa Barat, sehingga kebijakan moratorium pasokan bahan baku di daerah tersebut berpengaruh terhadap keberlangsungan industri.
Terkait masalah tersebut, politisi Partai Golkar ini sudah mencoba untuk menghubungi Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi tetapi tidak diangkat. Maka dari itu, ia memerintahkan anak buahnya, khususnya dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT) untuk berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
"Tadi saya memberikan arahan kepada IKFT untuk segera melakukan koordinasi dengan Pemprov Jawa Barat, kita pelajari apa pun masalahnya, dan kita coba cari jalan kurang seperti apa, agar optimisme yang tadi sudah disampaikan teman-teman dari Asaki itu bisa tetap terjadi," ungkapnya.
Baca Juga
Industri Keramik Nasional Siap Bangkit, Asaki Bidik Investasi Rp5 Triliun Masuk di 2026
Lebih lanjut, di luar persoalan bahan baku tersebut, Menperin Agus menegaskan pemerintah terus memperkuat daya saing industri keramik nasional melalui berbagai kebijakan strategis, antara lain penerapan standar industri hijau, transformasi menuju industri 4.0, peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN),
"Modernisasi pabrik dengan peralatan digital printing atau teknologi lainnya serta penguatan inovasi desain yang orisinal mengikuti tren global namun tetap mengangkat keunikan dan identitas Indonesia," terang Menperin Agus.

