Produksi PHI Lampaui Target 2025, Keselamatan Jadi Prioritas
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025 pada aspek keselamatan, operasi, lingkungan, dan tata kelola perusahaan, capaian yang memperkuat peran perusahaan hulu migas tersebut dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus memastikan keberlanjutan operasi di wilayah Kalimantan.
Kinerja tersebut disampaikan dalam Townhall Meeting PT Pertamina Hulu Indonesia (PHI) yang digelar di Jakarta. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan satu dekade perjalanan PHI dengan tema “10 Years Strong for Indonesia”, yang diikuti ribuan pekerja PHI Regional 3 Kalimantan secara hybrid dari Jakarta, Balikpapan, serta berbagai wilayah operasi di Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan.
Direktur Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Sunaryanto memaparkan produksi dan lifting minyak serta gas bumi sepanjang 2025 berhasil melampaui target yang ditetapkan. "Capaian ini mencerminkan efektivitas perencanaan, keandalan operasi, serta kuatnya kolaborasi lintas fungsi di lingkungan perusahaan," kata dia dalam keterangannya, Kamis (29/1/2026).
Pada kegiatan eksplorasi, PHI mencapai target 100% melalui pengeboran sumur SBKD-001, MDP-1X, dan SS-123. Seluruh sumur eksplorasi tersebut mencatatkan discovery, sementara jumlah pengeboran sumur pengembangan, kegiatan work over, dan well service juga melampaui target yang telah ditetapkan. "Dampak positifnya terlihat pada peningkatan cadangan terbukti atau 1P serta sumber daya kontinjensi atau 2C yang berada di atas target," kata dia.
Pada aspek health, safety, security and environment (HSSE), PHI mencatatkan 41,8 juta jam kerja selamat dengan number of accident (NoA) 0 dan total recordable injury rate (TRIR) sebesar 0,12. Dari sisi lingkungan, perusahaan berhasil meraih tujuh kandidat peringkat hijau dan empat peringkat biru dalam program penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2025.
“Kita mencatatkan kinerja keselamatan yang baik. Saya tegaskan, tidak ada target produksi yang lebih penting dari keselamatan. Tahun 2026, keselamatan harus tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas kerja,” ujar Anto, sapaan akrab Sunaryanto.
Baca Juga
Fabrikasi Lapangan Bambu Merah Dimulai, Pertamina EP Bidik Tambahan Produksi Gas 8 MMSCFD
Dalam kesempatan yang sama, Anto juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pekerja atas dedikasi dan ketangguhan mereka dalam menjaga keandalan operasi di tengah kompleksitas lapangan migas yang telah berusia tua atau mature.
“Produksi migas tetap terjaga, fasilitas berjalan andal, dan pasokan energi dari Kalimantan terus mengalir karena kedisiplinan, kepedulian, dan rasa tanggung jawab seluruh perwira. Ini bukan hasil kerja satu orang atau satu fungsi, tetapi kerja kolektif seluruh elemen organisasi dan pekerja,” imbuhnya.
Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina Hulu Indonesia Meidawati menyampaikan apresiasi atas kinerja perusahaan sepanjang 2025 sekaligus rasa syukur atas perjalanan 10 tahun PHI dalam mendukung ketahanan energi nasional. Ia menilai satu dekade perjalanan PHI merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi seluruh insan perusahaan.
“Ini adalah perjalanan prestasi yang tidak singkat, dan semua capaian ini merupakan hasil dari komunikasi dan kerja sama yang baik seluruh pihak,” ujarnya.
Meidawati memberikan apresiasi khusus terhadap capaian produksi migas yang dinilai melampaui ekspektasi. Menurutnya, kinerja tersebut menjadi indikator kuatnya pengelolaan operasi hulu migas PHI.
“Saya memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas capaian kinerja produksi minyak dan gas yang melampaui target RKAP atau Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan,” katanya.
Baca Juga
Tak Ada BBM Oplosan, Ahok Pertanyakan Kerugian Perkara Pertamina Rp 285 Triliun
Terkait aspek HSSE, Meidawati menegaskan bahwa kinerja keselamatan di lingkungan perusahaan terus terjaga dengan baik. Ia menekankan pentingnya penguatan keandalan aset dan pengamanan area operasi agar seluruh kegiatan berjalan semakin aman dan andal.
Memasuki 2026, manajemen PHI menegaskan komitmen untuk terus mengedepankan keselamatan kerja, investasi yang menguntungkan, serta tata kelola perusahaan yang kuat sebagai fondasi keberlanjutan bisnis.
PT Pertamina Hulu Indonesia merupakan bagian dari Subholding Upstream Pertamina yang mengelola operasi dan bisnis hulu minyak dan gas bumi di Regional 3 Kalimantan, yang meliputi zona 8, zona 9, dan zona 10.

