Menperin Targetkan Investasi Rp 852,9 Triliun Ngalir ke Industri Manufaktur pada 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan nilai investasi yang masuk untuk sektor industri sebesar Rp 852,9 triliun. Selain itu, Kemenperin juga menetapkan sasaran pertumbuhan industri pengolahan nonmigas sebesar 5,51% pada 2026.
Target investasi pada 2026 tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan realisasi investasi pada sektor pengolahan nonmigas hingga kuartal III-2025, yakni mencapai Rp 552 triliun atau 38,49% dari total investasi secara keseluruhan yang masuk ke dalam negeri sebesar Rp 1.434 triliun.
"Tahun 2026 sasaran pembangunan juga diarahkan pada peningkatan nilai investasi sektor industri sebesar Rp 852,9 triliun,” ucap Menperin saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Baca Juga
Menperin: WEF Davos Jadi Momentum Penguatan Industri RI di Rantai Pasok Global
Dari target pertumbuhan tersebut, Kemenperin juga menargetkan kontribusi industri manufaktur terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional sebesar 18,56%, serta peningkatan peran industri dalam ekspor nasional 74,85% targetnya terhadap total ekspor nasional.
"Dari sisi tenaga kerjaan, industri diharapkan akan menerap 14,68% dari total tenaga kerja nasional dengan produktivitas tenaga kerja mencapai 126,20 juta per orang per tahun," ungkap Menperin Agus.
Lebih lanjut, pengolahan industri melalui peningkatan kontribusi industri pengolahan di luar Jawa ditargetkan sebesar 33,25%, serta penurunan emisi gas rumah kaca sektor industri prioritas sebesar 6,79 juta ton CO2 ekuivalen.
Adapun sebelumnya, kontribusi industri pengolahan nonmigas terhadap produk domestik bruto (PDB) hingga kuartal III-2025 tercatat sebesar 17,39% atau senilai Rp1.053,56 triliun. Sementara itu berdasarkan harga konstan, berdasarkan harga konstan, kontribusi IPNM berada pada kisaran 18,70% atau senilai Rp644,17 triliun.

