WEF 2026, Menteri Trenggono Serukan Pemulihan Ekosistem Laut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, kerusakan laut yang kian masif menjadi ancaman bagi dunia. Untuk itu, perlu upaya bersama memulihkan ekosistem laut dari dampak perubahan iklim, pencemaran, hingga aktivitas penangkapan ilegal yang mengancam populasi perikanan saat ini.
“Lautan kita menghadapi ancaman serius, pemanasan laut, meningkatnya keasaman, menurunnya stok ikan, dan pencemaran laut. Lautan kita memanggil kita semua untuk bertindak bersama menyelamatkan, dan mengelolanya dengan tanggung jawab,” ungkap Trenggono dalam World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Jumat (23/1/2026).
Sebagai negara kepulauan, Indonesia dengan program-program Ekonomi Biru yang selama ini diusung, siap memimpin upaya bersama melindungi ekosistem laut dari kerusakan yang semakin masif. Laut selama ini menjadi bagian dari sejarah, identitas, dan masa depan Indonesia.
Menurutnya, perlu tindakan cepat dan kolaboratif antara pemerintah, pelaku bisnis, hingga masyarakat. Upaya yang sudah dilakukan KKP, di antaranya secara terus-menerus memperluas kawasan konservasi laut yang saat ini sudah lebih 30 juta hektare menuju 97,5 juta hektare pada 2045. Sistem penangkapan ikan juga akan diatur melalui sistem kuota untuk meminimalisir penangkapan secara berlebih dan illegal fishing.
Baca Juga
Di WEF, Prabowo Ungkap Efisiensi Anggaran Berhasil Hemat Rp 303,8 Triliun
Di sisi lain, budi daya perikanan terus dikembangkan secara inovatif, berkelanjutan, dan inklusif sehingga memberi kesejahteraan bagi masyarakat dan menjaga ketahanan pangan.
Tak sebatas itu, kawasan pesisir dan pulau-pulau kecil juga dilindungi dari aktivitas ekonomi yang dapat mendegradasi kualitas ekosistem di sekitarnya. Termasuk dalam persoalan sampah laut, Pemerintah Indonesia juga terus melakukan berbagai upaya dengan mengintegrasikan aksi-aksi penanganan di darat dan laut.
“Indonesia memiliki salah satu cadangan karbon biru terbesar di dunia, menyimpan sekitar 17% karbon biru global. Ekosistem pesisir ini adalah penyerap karbon yang sangat penting, dan berperan mengatur iklim global serta menjaga kesehatan laut,” ucap Trenggono.
European Commissioner for Sustainable Transport and Tourism Apostolos Tzitzikostas yang juga menjadi pembicara dalam sesi tersebut mengutarakan pandangannya mengenai implementasi ekonomi biru. Menurutnya ekonomi biru bukan semata tentang ekonomi, tapi juga daya saing dan keamanan.
Baca Juga
Siasati Tarif Trump 32%, Menteri Trenggono Incar Eropa Jadi Pasar Baru
Untuk menjaga keberlanjutan ekosistem laut, pihaknya mendorong penggunaan bahan bakar alternatif di sektor maritim dan pelayaran. Hal ini penting untuk mengurangi sebaran karbon di laut.
“Apa yang tengah kami siapkan di Uni Eropa adalah strategi Uni Eropa untuk pelabuhan dan sektor maritim, yang akan menjawab seluruh tantangan saat ini, termasuk juga pengembangan ekonomi biru,” kata dia.

