Menperin: Industri Makanan Minuman Tumbuh 6,49%, Beri Kontribusi Terbesar ke PDB Manufaktur
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyebutkan, produk domestik bruto (PDB) industri makanan dan minuman atau mamin nasional tumbuh sebesar 6,49%. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDB industri pengolahan non-migas yang sebesar 5,58%.
"Industri makanan dan minuman Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang besar karena didukung oleh sumber daya alam dan permintaan domestik yang terus meningkat. Pada Triwulan III Tahun 2025, PDB industri makanan dan minuman mampu bertumbuh sebesar 6,49%," ucapnya di Kantor Kemenperin, Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Menperin Agus Gumiwang menjelaskan, pada periode yang sama industri makanan dan minuman juga menjadi kontributor terbesar terhadap PDB industri pengolahan non-migas, sehingga menjadikannya sebagai subsektor dengan kontribusi PDB terbesar.
Dengan kinerja pertumbuhan industri makanan dan minuman tersebut, politikus Partai Golkar ini mengungkapkan bahwa hal itu dapat menjadi salah satu indikator kondisi perekonomian suatu negara.
Baca Juga
Investasi Industri Makanan Minuman Capai Rp 22,63 Triliun hingga Kuartal I-2025
"Kalau pertumbuhan yang lambat artinya ada sesuatu yang harus kita benahi dalam ekonomi, kalau pertumbuhan makanan dan minuman baik, ekonomi akan sangat baik juga," terang Agus Gumiwang.
Lebih lanjut, Menperin juga membahas mengenai salah satu subsektor dari industri mamin, yakni industri pati ubi kayu yang masih menghadapi berbagai macam tantangan, salah satunya persaingan harga dan kualitas pati ubi kayu asal impor.
Dikarenakan terdapat beberapa industri pengguna yang membutuhkan bahan baku dengan spesifikasi yang didapat dari pati ubi kayu asal impor. Oleh karena itu, Kemenperin berupaya agar spesifikasi tersebut tetap bisa didapatkan dari industri pati ubi kayu dalam negeri.
"Salah satunya melalui kegiatan Business Matching yang saat ini diselenggarakan. Melalui kegiatan ini, saya berharap industri pati ubi kayu dalam negeri dapat melakukan diversifikasi atas spesifikasi yang diperlukan oleh industri pengguna, sehingga industri pengguna mendapatkan jaminan pemenuhan bahan bakunya dari dalam negeri," bebernya.

