Bulog Perkuat Koperasi Desa Merah Putih dari Hulu ke Hilir
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) menegaskan peran strategisnya dalam mendukung penguatan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebagai bagian upaya memperkuat sistem distribusi pangan nasional. Peran tersebut dijalankan dari sisi hulu hingga hilir sesuai Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menjelaskan bahwa di sisi hulu, Bulog berperan sebagai offtaker yang menyerap hasil panen gabah maupun beras yang diproduksi KDMP. Sedangkan di sisi hilir, koperasi menjadi mitra Bulog dalam mendistribusikan cadangan pangan pemerintah melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK).
Baca Juga
Program Beras SPHP Dilanjutkan, Warga Bisa Beli 5 Pack Mulai Februari
“Sesuai Inpres Nomor 9 Tahun 2025, peran Bulog berada di dua sisi. Di hulu, Bulog menyerap hasil panen gabah dan beras dari Koperasi Desa Merah Putih. Sedangkan di hilir, koperasi menjadi mitra RPK untuk menyalurkan cadangan pangan pemerintah seperti beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP), jagung, kedelai, serta produk komersial Bulog lainnya,” ujar Ahmad Rizal dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Dia mengungkapkan bahwa progres penjualan Bulog kepada Koperasi Desa Merah Putih menunjukkan tren positif. Hingga 19 Januari 2026, total nilai penjualan Bulog ke KDMP telah mencapai Rp 7,2 miliar. Sementara secara kumulatif hingga 31 Desember 2025, nilai penjualan tercatat sebesar Rp 61,3 miliar.
Adapun perincian penjualan tersebut, meliputi beras SPHP sebanyak 499 ton dengan nilai Rp 5,54 miliar, minyak goreng sebanyak 100 kiloliter senilai Rp 1,46 miliar, beras premium sebanyak 11 ton senilai Rp 154 juta, gula sebanyak 4,9 ton senilai Rp 83 juta, serta komoditas lainnya senilai Rp 5,6 juta.
Dari sisi jaringan distribusi, Bulog mencatat jumlah Rumah Pangan Kita Koperasi Desa Merah Putih yang terdaftar hingga saat ini mencapai 2.683 titik. Namun demikian, dari jumlah tersebut baru sekitar 464 koperasi yang tercatat aktif melakukan pemesanan dan transaksi dengan Bulog.
“Untuk 2026, kami terus mendorong agar semakin banyak koperasi yang aktif bertransaksi dengan Bulog, sehingga peran Koperasi Desa Merah Putih sebagai ujung tombak distribusi pangan dapat semakin optimal,” jelas dia.
Baca Juga
Salurkan 53.586 Ton Beras, Bulog Lipatgandakan Bantuan Pangan untuk Korban Sumatra
Ahmad Rizal mengakui, terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan Koperasi Desa Merah Putih, antara lain keterbatasan modal kerja koperasi, infrastruktur penyimpanan dan outlet yang belum memadai, kesiapan sumber daya manusia (SDM), serta aspek digitalisasi dan pencatatan transaksi.
Kendati demikian, Bulog berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan dan penguatan kapasitas koperasi agar Koperasi Desa Merah Putih dapat tumbuh menjadi pilar distribusi pangan yang andal dan berkelanjutan di masa depan.

