Progres MRT Harmoni–Mangga Besar Tembus 61%, Begini Detailnya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda), Tuhiyat mengungkap progres fisik proyek MRT Jakarta Fase 2A CP202 (Harmoni–Mangga Besar) telah mencapai sekitar 61% per Januari 2026. Sementara itu, pembangunan Stasiun MRT Harmoni sebagai bagian dari paket pekerjaan tersebut telah menyentuh 56%.
“Proses (pembangunan) CP202 adalah sekitar 61% dan stasiun ini sudah selesai 56%,” kata Tuhiyat dalam acara groundbreaking entrance Stasiun MRT Harmoni, Jakarta Pusat, Selasa (20/1/2026).
Menurut Tuhiyat, Stasiun MRT Harmoni memiliki panjang 252 meter, lebar 17 meter, dan berada di kedalaman 17 meter di bawah permukaan tanah. Stasiun MRT Harmoni akan dilengkapi dengan tujuh entrance yang tersebar di sisi barat, timur, serta area tengah yang terintegrasi dengan Halte Transjakarta Harmoni.
“Ini ada tujuh entrance. Sebelah barat dua, sebelah timur dua, dan di tengah integrasi dengan halte Transjakarta tiga dan ini akan terkoneksi,” jelas Tuhiyat.
Baca Juga
MRT Jakarta Layani 326.372 Pelanggan Selama Pergantian Tahun
Dalam pengembangannya, kata Tuhiyat, pihaknya turut menyiapkan fasilitas integrasi dengan gedung-gedung di kawasan Duta Merlin guna mendorong kawasan transit oriented development (TOD) sebagai bagian dari target sustainable development goals (SDGs) Kota Jakarta. “Ini ada lock panel yang akan kami siapkan untuk bisa melakukan integrasi dengan gedung di area Duta Merlin. Sudah kita siapkan posisinya,” terang dia.
Terkait desain interior, Tuhiyat mengatakan, Stasiun MRT Harmoni mengusung dominasi warna cokelat yang terinspirasi dari bangunan bersejarah di kawasan tersebut. “Dominasi warna di sini adalah warna cokelat. Ini terinspirasi dari bangunan Societeit de Harmonie (Gedung Harmoni) pada zaman Hindia Belanda,” ucap dia.
Selain itu, stasiun akan dilengkapi berbagai fasilitas penumpang, seperti musala, toilet umum, area concourse, serta akses vertikal dari concourse menuju peron. “Masuk di area passenger facilities, kami siapkan musola di area concourse,” ujar Tuhiyat.
MRT Thamrin-Monas Operasi Semester II 2027
Dikatakan Tuhiyat, MRT Jakarta Fase 2A CP201 (Thamrin-Monas) ditargetkan dapat beroperasi pada 2027. “Kami tetap akan memberlakukan pada 2027 diteruskan dari Bundaran HI sampai dengan Monas. Kemudian dua tahun kemudian, 2029, kita targetkan sampai dengan Kota selesai operasi,” ungkap dia.
Ihwal itu, dia membidik pengoperasian MRT Jakarta rute Thamrin hingga Monas pada semester II 2027 mendatang. “Iya, semester II,” ujar Tuhiyat.
Seiring perpanjangan jalur tersebut, MRT Jakarta menargetkan peningkatan jumlah penumpang harian. “Saat ini riderships sudah 137.000 penumpang per hari. Kita upayakan kalau sudah lanjut ke Monas menjadi 150.000. Dua tahun kemudiannya di 2029 harusnya jauh lebih besar sekitar 170.000 penumpang per hari,” ujar Tuhiyat.
Baca Juga
MRT Jakarta Bangun 'Entrance' Stasiun Harmoni Terintegrasi Duta Merlin
Terkait izin operasi hingga Monas, Tuhiyat menyampaikan proses uji kelayakan masih akan dilakukan sesuai ketentuan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta. “2027-nya bukan di awal tahun, harus ada tes dulu. Seperti fase 1 (Lebak Bulus-Bundaran HI) dulu, itu SPM dari Kementerian Perhubungan dan Dinas Perhubungan,” kata dia.
Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pekerjaan konstruksi MRT Jakarta Fase 2A trase Bundaran HI—Kota tembus rata-rata di angka 54% pada akhir 2025. Untuk 2026, lanjut Weni, progres rata-rata pembangunan fase 2A diproyeksikan naik ke level 65%. Adapun pekerjaan konstruksi di koridor Bundaran HI–Kota diperkirakan menembus lebih dari 80% pada 2028.

