Lawan AS, Kemendag Siap Hadapi Tuduhan Antisubsidi Ekstrusi Alumunium
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perdagangan (Kemendag) siap menghadapi tuduhan antisubsidi produk ekstrusi aluminium Indonesia ke Amerika Serikat (AS). Hal itu digodok dalam rapat koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait.
Sebelumnya, Departemen Perdagangan AS (United States Department of Commerce/USDOC) yang telah mengirimkan kuesioner tambahan dalam penyelidikan antisubsidi atas impor produk ekstrusi aluminium asal Indonesia.
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Budi Santoso menyebut, koordinasi ini penting dilakukan agar jawaban Pemerintah Indonesia dapat disusun berdasarkan informasi yang valid dan dapat diverifikasi kementerian/lembaga terkait.
“Diharapkan rapat koordinasi ini dapat menghasilkan masukan agar ekspor ekstrusi aluminium Indonesia ke AS dapat terjaga dan ditingkatkan,” ujar Budi dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Kamis (22/2/2024).
Baca Juga
Kemendag Sebut Konflik Laut Merah Picu Kenaikan Biaya Pengiriman Ekspor
Sementara Direktur Pengamanan Perdagangan Natan Kambuno mengatakan pihaknya berupaya agar Pemerintah Indonesia dapat terus bersikap kooperatif untuk memperoleh hasil terbaik dari penyelidikan antisubsidi ini.
Selain ekstrusi aluminium, saat ini Direktorat Pengamanan Perdagangan sedang menangani penyelidikan trade remedies dari AS yaitu penyelidikan antidumping dan antisubsidi produk matras dan udang asal Indonesia.
“Dengan bersikap kooperatif, Pemerintah Indonesia diharapkan dapat memperoleh hasil terbaik, khususnya dalam penyelidikan antisubsidi dari AS. Tujuannya, agar hubungan dagang Indonesia dengan negara mitra dapat terus terjaga dan dapat mendorong kinerja ekspor komoditas unggulan Indonesia,” tambah Natan.
Diketahui, dalam lima tahun terakhir, yakni 2019-2023, ekspor aluminium Indonesia ke AS terus mengalami kenaikan. Ekspor komoditas ini ke AS hanya mengalami penurunan pada 2023 yaitu sebesar sebesar US$ 102,23 juta atau turun 27% dibanding periode sebelumnya yang tercatat sebesar US$ 139,15 juta.
Baca Juga

