Beam Mobility Klaim Kepuasan Pelanggan Capai 99%
JAKARTA, investortrust.id - Beam Mobility, perusahaan mobilitas mikro berbagi Asia Pasifik, mempertahankan tingkat kepuasan pelanggan hingga 99%, dengan rata-rata keluhan sebesar 0,55% setiap bulannya dari layanan Beam Mobility khususnya di Kawasan Bintaro Jaya. Sementara dari total keluhan yang diterima oleh divisi layanan pelanggan Beam Mobility, beberapa membahas unit yang tidak bisa digunakan (20,5%), ketidakpahaman konsumen untuk melakukan end trip (18%) serta Informasi tambahan yang dibutuhkan (16%).
Country Lead Beam Mobility Indonesia, Ricky Sjofyan mengatakan, response-time bagi rangers dan Marshals tercatat di bawah 30 menit, plus peningkatan kinerja perangkat lunak yang selalu dilakukan setiap saat.
“Secara spesifik kami juga melihat pola perjalanan armada Beam Mobility pada kawasan Bintaro khususnya, lebih banyak terpusat pada area perkantoran dan stasiun kereta. Berdasarkan data operasional penggunaan armada Beam Mobility, perjalanan dari stasiun Pondok Ranji Baru dan stasiun Jurang Mangu menjadi salah satu kontributor yang signifikan bagi jumlah perjalanan di Bintaro dari 3 titik parkir, disusul dengan perjalanan yang dilakukan ke beberapa area apartemen di Bintaro dari 10 titik,” kata Ricky dalam pernyataan tertulis, Minggu (24/3/2024).
Dalam kesempatan yang sama Manager Pengelola kawasan Bintaro PT Bintaro Jaya, Isdianto Prasetyotomomengapresiasi upaya Beam Mobility memperkenalkan layanan armada mikro mobilitas ramah lingkungan di Bintaro.
Baca Juga
“Setelah hadirnya layanan ini, kami melihat perubahan signifikan dari masyarakat di Bintaro yang mulai menerapkan sustainable lifestyle, salah satunya adalah penggunaan armada Beam khususnya warga yang biasanya melakukan perjalanan singkat dengan kendaraan bermotor sekarang telah berganti menggunakan armada ramah lingkungan Beam. Kolaborasi dengan Beam ini juga sejalan dengan komitmen kami untuk menyediakan lingkungan yang bersih, nyaman, dan bebas dari polusi bagi penghuni Bintaro.”
Selama tahun 2023, penggunaan armada Beam Mobility juga berhasil menghindarkan 238-ton CO2 jika dibandingkan dengan emisi CO2 yang dihasilkan unit sepeda motor, data ini diperoleh melalui perhitungan default dari layanan Beam secara real time di 7 area, sehingga didapatkan jumlah trip, unit yang digunakan serta waktu penggunaan.
Seluruh armada Beam Mobility sudah dilengkapi dengan teknologi IoT yang disebut Geofence, yang memungkinkan Beam Mobility untuk memonitor kondisi kendaraan secara real-time, memberi batasan untuk wilayah ataupun area yang bisa dilewati oleh setiap pengendara e-bike Beam, serta secara otomatis dapat mendeteksi jika terdapat permasalahan pada kendaraan Beam. Teknologi Geofence juga digunakan untuk mendeteksi ketika armada membutuhkan pergantian baterai.
Armada Beam Mobility memiliki kecepatan yang dibatasi maksimal 25km/jam. Beam Mobility memastikan armadanya dapat diakses oleh penggunanya, setiap armada dilengkapi dengan petunjuk penggunaan dan petunjuk keselamatan dalam berkendara. Selain itu sebagai upaya untuk pengenalan armada Beam Mobility kepada masyarakat lebih dalam, terdapat program pelatihan armada secara cuma-cuma yang disebut Beam Safe Academy.
“Peningkatan perjalanan dengan armada Beam Mobility merupakan upaya bersama yang dimulai dari kesadaran akan kebutuhan lingkungan yang lebih baik dari masyarakat Indonesia. Kami akan terus mengampanyekan gaya hidup sehat, berkelanjutan dengan armada Beam, serta melakukan ekspansi layanan kami di kota-kota mandiri maupun universitas di Indonesia,” tutup Ricky.

