ASIOTI: Perluasan 5G Mampu Dongkrak Ekonomi hingga Rp 300 Triliun per 10 Ribu BTS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi IoT Indonesia (ASIOTI) menilai percepatan ekspansi jaringan 5G berpotensi memberikan dampak ekonomi yang sangat signifikan bagi Indonesia. Ketua Umum ASIOTI Teguh Prasetya menyebut, setiap penggelaran 10 ribu BTS 5G diperkirakan mampu mendorong dampak ekonomi hingga Rp 300 triliun.
“Dampak ekonomi untuk penggelaran 5G tentunya sangat signifikan. Per 10 ribu BTS, kita perkirakan akan mencapai Rp 300 triliun impact perekonomiannya,” ujar Teguh terkait rencana ekspansi 5G pemerintah di tahun ini, Jumat (9/1/2026).
Meski demikian, Teguh mengingatkan bahwa pengembangan ekosistem IoT masih menghadapi tantangan apabila perluasan jaringan 5G berjalan lambat. Menurutnya, saat ini pemanfaatan IoT sudah cukup luas, namun masih ditopang jaringan alternatif karena keterbatasan 5G.
“Bila jaringan 5G lambat digelar tentunya IoT masih menggunakan jaringan alternatif seperti WiFi, LoRa dan sejenisnya,” sambungnya.
Baca Juga
Ia menambahkan, kondisi tersebut berisiko menahan optimalisasi manfaat IoT, khususnya untuk sektor-sektor yang membutuhkan konektivitas berkecepatan tinggi dan latensi rendah. Karena itu, kepastian lelang dan pembangunan 5G dinilai krusial bagi kesinambungan industri.
Dari sisi organisasi, ASIOTI menargetkan pertumbuhan ekosistem IoT nasional tetap terjaga pada tahun ini. “Target kita 15% average,” ujar Teguh.
Adapun sektor yang diproyeksikan masih menjadi pendorong utama pertumbuhan IoT meliputi konsumen melalui smarthome dan wearable, serta segmen korporasi dan pemerintah seperti smart building, smart city, smart mining, dan smart healthcare.
Sejalan dengan itu, studi GSMA mencatat bahwa dalam periode 2024-2030, teknologi 5G diperkirakan berkontribusi terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia sebesar Rp 650 triliun. Pada 2030, kontribusi 5G diproyeksikan mencapai 0,6% terhadap PDB atau sekitar Rp 172 triliun, mempertegas peran strategis 5G bagi perekonomian nasional

