Kemenhub Pastikan Bandara Juanda Beroperasi Normal Seusai Terdampak Angin Puting Beliung
Poin Penting
|
SURABAYA, investortrust.id — Bandara Internasional Juanda (SUB) Surabaya kembali beroperasi dengan aman dan terkendali setelah terdampak cuaca buruk berupa angin puting beliung pada Kamis (8/1/2026) sekitar pukul 14.10 WIB.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Lukman F Laisa menyampaikan, cuaca ekstrem tersebut sempat berdampak pada operasional penerbangan berupa holding (keterlambatan) kedatangan dan keberangkatan, serta pengalihan (divert) sejumlah pesawat ke bandara alternatif.
“Seluruh langkah mitigasi dilakukan sesuai prosedur yang berlaku. Keselamatan penerbangan adalah prioritas utama,” kata Lukman dalam keterangan tertulis, Jumat (9/1/2026).
Sejumlah penerbangan dari dan menuju Surabaya tercatat mengalami holding, di antaranya Lion Air, Garuda Indonesia, dan Sriwijaya Air. Selain itu, beberapa penerbangan dari Balikpapan, Makassar, dan Jakarta dialihkan ke Bandara Ahmad Yani Semarang karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk pendaratan di Bandara Juanda.
Baca Juga
Bisnis Penerbangan Bangkit, Penumpang Bandara Juanda Tumbuh 35%
Lukman memastikan tidak terdapat laporan kerusakan pesawat dari seluruh maskapai yang terdampak.
Pada sisi udara, angin kencang menyebabkan peralatan ground support equipment, khususnya tangga penumpang di area apron mengalami pergeseran dan roboh. Seluruh kejadian telah ditangani dan tidak berdampak pada pesawat.
Hasil pemeriksaan memastikan runway dan apron bersih dari foreign object debris (FOD). Fasilitas navigasi penerbangan dilaporkan beroperasi normal, serta perimeter bandara tetap terjaga.
Di area terminal 1, kata Lukman, pohon tumbang dan rambu roboh sempat mengganggu akses jalan masuk sisi utara sehingga arus kendaraan dialihkan. "Saat ini, akses tersebut telah kembali normal," ujar dia.
Beberapa kendaraan dilaporkan tertimpa pohon di area parkir, tetapi kondisi di dalam gedung terminal tetap kondusif. Proses pemulihan dilakukan dengan dukungan Lanudal Juanda, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan unsur internal pengelola bandara.
Sementara itu, lanjut Lukman, terminal 2 dilaporkan tidak mengalami dampak signifikan dengan operasional terminal dan arus lalu lintas kendaraan berjalan lancar.
Terkait pelayanan penumpang, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan, di antaranya Garuda Indonesia, Citilink Indonesia, Nam Air, dan Xiamen Airlines. Maskapai dan pengelola bandara telah menerapkan manajemen keterlambatan sesuai ketentuan melalui pembaruan jadwal pada Flight Information Display System (FIDS), penyampaian pengumuman kepada penumpang, serta pemberian kompensasi.
Baca Juga
Layani Jamaah Calon Haji, Bandara Juanda Siagakan 24 Personel Aviation Security
“Kami memastikan maskapai dan pengelola bandara melaksanakan penanganan keterlambatan penerbangan secara transparan dan sesuai ketentuan, termasuk penyampaian informasi yang jelas kepada penumpang,” pungkas Lukman.
Angin puting beliung melanda kawasan Terminal 1 Bandara Internasional Juanda (SUB) pada Kamis (8/1/2026) siang. Fenomena cuaca ekstrem itu terjadi selama sekitar 10 menit dan menyebabkan sejumlah pohon di area parkir bandara tumbang.
Mengacu keterangan dari Stasiun Meteorologi Juanda, angin puting beliung itu muncul sekitar pukul 14.10-14.20 WIB. Berdasarkan catatan alat pengamatan cuaca otomatis (AWOS), kecepatan angin maksimum mencapai 46 knot atau setara sekitar 85 kilometer per jam.

