Realme 'Rujuk' dengan OPPO Demi Perkuat Strategi Ekspansi Global
Poin Penting
|
SHANGHAI, investortrust.id - Realme dikabarkan akan kembali berada di bawah naungan OPPO sebagai sub-merek menyusul restrukturisasi internal besar di ekosistem eks BBK Electronics. Meski demikian, Realme tetap mempertahankan kepemimpinan, rencana produk, dan strategi pasarnya secara independen.
Dikutip dari Reuters, Kamis (8/1/2026), laporan terbaru menyebutkan langkah ini bertujuan memperkuat kolaborasi merek, efisiensi sumber daya, serta mempercepat eksekusi strategi global OPPO Group. Informasi tersebut pertama kali diungkap oleh media teknologi asal China, Leifeng.
Dalam struktur baru ini, OPPO nantinya berperan sebagai merek utama, sementara Realme dan OnePlus beroperasi sebagai sub-merek dengan segmentasi pasar dan target yang berbeda. Strategi ini mencerminkan praktik awal BBK Electronics yang mengintegrasikan riset dan rantai pasok untuk menekan biaya dan meningkatkan efisiensi.
Di sisi lain, manajemen Realme dipastikan tidak berubah. Pendiri sekaligus CEO Realme Sky Li akan tetap memimpin perusahaan dan menjalankan operasional di bawah kerangka manajemen OPPO, tanpa mengubah arah bisnis yang sudah direncanakan.
Baca Juga
Dibanderol Rp 3 Jutaan, Realme 15T 5G Bawa Baterai Jumbo 7000mAh dengan Desain Tipis
Seluruh rencana peluncuran produk Realme juga disebut tetap berjalan sesuai peta jalan yang telah ditetapkan. Perangkat yang tengah dikembangkan tidak terdampak oleh restrukturisasi ini.
Perubahan paling signifikan terdapat pada layanan purnajual. Jaringan pusat layanan offline Realme di China, yang berjumlah lebih dari 5.000 titik, akan diintegrasikan dengan jaringan OPPO, sementara sebagian lainnya akan ditutup.
Sebagai catatan, Realme pertama kali diluncurkan pada 2018 sebagai sub-merek OPPO sebelum berdiri sebagai merek independen di tahun yang sama. Kini, Realme kembali ke akar strategisnya dengan harapan memperkuat daya saing global melalui sinergi yang lebih erat dengan OPPO dan OnePlus.
Di Indonesia sendiri Realme menyasar segmen entry level dan mid-range. Data International Data Corporation (IDC) mencatat pangsa pasar Realme sekitar 11 % di Indonesia pada 2025 berdasarkan pengiriman smartphone pada kuartal kedua tahun 2025.

