Telco Nasional 2026: Telkomsel Gas 5G, Indosat Benahi Harga, XLSmart Kejar Efisiensi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Industri telekomunikasi nasional memasuki 2026 dengan strategi yang semakin terarah seiring pasar yang lebih rasional pascakonsolidasi industri. Telkomsel (TSEL) mempercepat ekspansi 5G dan penguatan layanan terpadu, Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) membenahi struktur harga sekaligus memonetisasi aset jaringan, sementara XLSmart (EXCL) fokus pada integrasi dan efisiensi pascamerger.
Sebagai pemimpin pasar dengan 157,6 juta pelanggan seluler, Telkomsel menempatkan penguatan konektivitas dan pengembangan ekosistem digital. Perusahaan pelat merah itu juga akan terus memperkuat jaringan broadband melalui pengembangan autonomous network, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), serta optimalisasi layanan Fixed Mobile Convergence (FMC).
“Strategi Telkomsel difokuskan pada optimalisasi spektrum frekuensi yang telah dimiliki, serta kesiapan teknis dan operasional untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam penyediaan spektrum baru yang lebih efisien, seperti pada pita 700 MHz dan 2.6 GHz,” ungkapnya kepada investortrust.id beberapa waktu lalu.
Ekspansi 5G Telkomsel difokuskan pada wilayah perkotaan, kawasan industri, dan area dengan potensi adopsi teknologi tinggi. Hingga akhir November 2025, perusahaan telah mengoperasikan sekitar 5.000 BTS 5G di berbagai kota besar. Ke depan, pengembangan jaringan akan disesuaikan dengan kesiapan ekosistem perangkat dan kebutuhan pasar agar investasi tetap efisien dan berkelanjutan.
Baca Juga
Kemenkomdigi Prediksi Trafik Telekomunikasi Naik 30% pada Libur Nataru 2026
Di segmen fixed broadband, Telkomsel terus memperluas jangkauan layanan IndiHome. Jumlah pelanggan ritel tumbuh 9,4% secara tahunan menjadi 10,26 juta pada periode Januari-September 2025.
Jika digabungkan dengan pelanggan korporasi, total pelanggan IndiHome mencapai 11,5 juta atau naik 7,5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Strategi penyederhanaan produk dan integrasi layanan mobile-fixed menjadi andalan untuk memperkuat loyalitas pelanggan.
Sementara itu, Indosat Ooredoo Hutchison (ISAT) menatap 2026 dengan fokus pada pemulihan kinerja dan penguatan fundamental bisnis. Perusahaan juga melakukan penyesuaian harga layanan serta optimalisasi portofolio aset.
Terbaru, Indosat telah melakukan divestasi sebagian bisnis fiber optik melalui pembentukan FiberCo, dengan porsi kepemilikan yang dilepas dikabarkan mencapai hingga 55%. Langkah ini dinilai dapat membuka nilai aset sekaligus membuat perusahaan lebih fokus pada pengembangan bisnis inti.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison Vikram Sinha mengatakan kolaborasi tersebut lahir dari visi jangka panjang membangun infrastruktur digital yang tangguh. “Melalui pendekatan yang agile dan asset-light, kemitraan ini memungkinkan kami membangun platform serat optik independen bernilai tambah yang siap menghadapi kebutuhan layanan digital masa depan,” beberapa pekan yang lalu.
Vikram menyebut, inisiatif ini juga mendukung transformasi Indosat menjadi perusahaan berbasis AI. Ia menilai FiberCo akan berperan sebagai katalis bagi kemajuan Indonesia sebagai bangsa digital.
Baca Juga
Indosat (ISAT) Gaet Arsari dan Northstar, Bentuk Perusahaan Patungan Bernilai Rp 14,6 Triliun
Dari sisi nasional, pembentukan FiberCo diharapkan memperluas jangkauan serat optik domestik dan memperkuat konektivitas lintas wilayah. Model jaringan open-access juga memungkinkan berbagai penyedia layanan memanfaatkan infrastruktur secara optimal dan efisien.
Sementara itu XLSmart memasuki 2026 dengan prioritas integrasi jaringan dan operasional pascamerger. Head of External Communications XLSmart Henry Wijayanto menyatakan perusahaan menitikberatkan penguatan kualitas jaringan, peningkatan pengalaman pelanggan, serta ekspansi layanan home broadband. Hingga kuartal III-2025, XLSmart telah memperluas jaringan ke sekitar 192 kota melalui inisiatif National Roaming dan multi-operator core network (MOCN).
Dari sisi kinerja, layanan data dan digital masih menjadi kontributor utama pendapatan XLSmart. Meski beban operasional meningkat selama proses integrasi, perusahaan mencatat arus kas yang solid, mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara ekspansi dan efisiensi menjelang 2026.

