Antisipasi Puncak Arus Balik Nataru, KAI Kasih Diskon 30% hingga 10 Januari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI masih memberlakukan diskon tarif hingga 30% untuk perjalanan kereta api jarak jauh di tengah tingginya arus balik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026. Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya KAI mengantisipasi puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 4 Januari 2026.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan, hingga Minggu (4/1/2026), ketersediaan tiket keberangkatan dari wilayah Daop 1 Jakarta masih sekitar 13.000 tiket. Diskon tarif ini masih dapat dimanfaatkan masyarakat hingga 10 Januari 2026.
Baca Juga
Lepas Kereta Nataru di Stasiun Gambir, AHY Sebut Keselamatan Nomor Satu
“Program diskon hingga 30% masih kami berlakukan sebagai stimulus bagi masyarakat, sekaligus untuk mendukung kelancaran arus balik Nataru,” ujar Franoto dalam keterangannya, Sabtu (3/1/2026).
Selama masa Angkutan Nataru, minat masyarakat terhadap program diskon cukup tinggi. Hingga saat ini, tercatat sekitar 353.000 tiket diskon telah terjual di wilayah Daop 1 Jakarta.
Secara keseluruhan, penjualan tiket pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026 mencapai 800.901 tiket. Angka tersebut mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan moda transportasi kereta api selama libur akhir tahun.
Di sisi lain, arus balik penumpang masih berlangsung padat. Pada Sabtu, 3 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, jumlah penumpang yang datang di wilayah Daop 1 Jakarta tercatat 51.165 orang, sementara penumpang yang berangkat mencapai 39.648 orang.
Stasiun Pasar Senen dan Gambir menjadi titik dengan pergerakan penumpang tertinggi. Di Stasiun Pasar Senen tercatat 15.324 penumpang turun dan 13.967 penumpang naik, sedangkan di Stasiun Gambir terdapat 14.448 penumpang turun dan 8.725 penumpang naik.
Baca Juga
KAI memperkirakan puncak kedatangan penumpang akan terjadi pada Minggu, 4 Januari 2026, dengan estimasi 49.812 penumpang turun dan 37.498 penumpang naik. Jumlah tersebut masih berpotensi bertambah seiring penjualan tiket yang terus berjalan.
“Kami mengimbau pelanggan untuk datang lebih awal ke stasiun, memperhatikan jadwal perjalanan, serta memanfaatkan fasilitas boarding face recognition agar proses naik kereta lebih cepat dan tertib,” tutup Franoto.

