Kemenhub: Rel KA di Aceh Rusak Akibat Banjir, Perbaikan Mulai Januari
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengungkapkan, sejumlah titik jalur kereta api di Provinsi Aceh mengalami kerusakan imbas banjir bandang dan tanah longsor November lalu.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Allan Tandiono menyatakan, perbaikan jalur rel di Aceh direncanakan mulai dilakukan pada Januari 2026. Pada tahap awal, DJKA akan melakukan pendataan serta penyusunan rencana perbaikan.
Baca Juga
Lepas Kereta Nataru di Stasiun Gambir, AHY Sebut Keselamatan Nomor Satu
“Aceh belum, karena masih perlu diverifikasi dan inventarisasi, segera bulan depan kami mulai kajiannya untuk melihat tingkat kerusakan,” kata Allan seusai mediabriefing Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Menara Astra, Jakarta, Rabu (31/12/2025).
Allan menyebutkan, kerusakan jalur rel di Aceh tidak berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat. Pasalnya, jalur kereta api di wilayah tersebut selama ini belum banyak digunakan. “Sebelum bencana, rel aktif di Aceh berapa kilometer dan melayani berapa penumpang per hari? Namun, tetap akan kami perbaiki, nanti akan kami hitung,” terang dia.
Sementara itu, untuk wilayah lain di luar Aceh, seperti Sumatra Utara, Allan menyampaikan bahwa proses perbaikan jalur rel telah selesai. Layanan perkeretaapian di wilayah tersebut sudah kembali beroperasi seperti sebelum bencana. “Sumatra Utara tidak ada kendala, sudah melayani kembali seperti sebelum bencana. Yang belum memang Aceh, dan itu akan kami hitung,” tutur dia.
Baca Juga
Sebelumnya, Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi menyampaikan, moda transportasi kereta api turut terdampak banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra. Ia menyebut banyak jalur rel kereta api yang rusak akibat terjangan banjir.
Pemerintah pun akan menyiapkan anggaran tambahan pada tahun depan untuk pengadaan jalur rel baru di daerah terdampak bencana.

