Riset: Konsumen Beli Mobil Listrik karena Hemat, Bukan karena Isu Lingkungan
Poin Penting
| ● | Motif utama pembelian mobil listrik adalah faktor ekonomi, karena biaya operasional jauh lebih hemat, dari rata-rata bensin Rp 1,2 juta/bulan menjadi sekitar Rp 300 ribu/bulan untuk listrik. |
| ● | Pertimbangan lingkungan belum menjadi alasan dominan, karena konsumen lebih fokus pada efisiensi biaya rumah tangga sehari-hari. |
| ● | Mobil listrik juga dibeli sebagai bagian dari tren dan gaya hidup, dengan konsumen merasa menjadi trendsetter dan lebih teredukasi karena penggunaan mobil listrik menuntut perencanaan perjalanan. |
JAKARTA, investortrust.id - Salah satu motif atau alasan utama masyarakat Indonesia membeli mobil listrik dikarenakan faktor ekonomi. Konsumen menilai mobil listrik terbukti sangat hemat dalam biaya operasional harian.
Hal tersebut berdasarkan riset yang dilakukan oleh ID COMM. Berdasarkan riset tersebut, jika konsumen memiliki mobilitas tinggi, biaya bensin yang dikeluarkan dalam waktu sebulan dapat mencapai Rp 1.200.000. Sementara itu biaya pengisian daya listrik yang dirogoh oleh konsumen hanya sebesar Rp 300.000 per bulan.
"Ternyata, jawaban paling dominan masih pada narasi seputar ekonomi, murah, operasionalnya turun. Dari bensin, biasanya pengeluaran Rp 1,2 juta per bulan, sekarang hanya Rp 300.000. Belum lagi pajaknya dipotong-potong lagi. Tambahlah murah," ucap Co-Founder dan Director ID COMM Asti Putri saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (11/12/2025).
Baca Juga
Adopsi Mobil Listrik RI Melaju, Tapi Masih Didominasi Konsumen Menengah Atas
Asti mengungkapkan dalam risetnya, isu lingkungan atau untuk mendukung pengurangan emisi karbon bukan menjadi pertimbangan utama para konsumen membeli kendaraan berbasis baterai itu.
"Jadi yang dibilang narasinya lingkungan akan membantu mengurangi polusi, iya ada, tapi sebagian dan kayaknya masih jauh dibandingkan dengan kebutuhan-kebutuhan operasional yang akan berdampak pada pengeluaran rumah tangga, sehari-hari," ungkapnya.
Baca Juga
BYD Kuasai 54% Pangsa Pasar Mobil Listrik Indonesia, Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan EV Nasional
Selain itu, Asti juga menjelaskan, tujuan kebanyakan konsumen membeli mobil listrik untuk mengikuti tren yang sedang marak saat ini. Kemudian juga adanya gaya hidup saat ini, yakni konsumen memiliki konsep baru dalam berkendara, sudah mengetahui, dan merencanakan perjalanannya.
"Kemudian para pemilik mobil listrik ini juga merasa, kami kan beda. Kami ini kelasnya udah beda loh. Kami ini trendsetter. Kami ini punya karakter tersendiri, di mana kami merasa lebih teredukasi. Karena apa? Karena untuk melakukan perjalanan dengan mobil listrik, butuh planning," terang Asti.

