Meski Daya Beli Melemah, Asosiasi E-Commerce Yakin Transaksi Harbolnas 2025 Tumbuh 10%
JAKARTA, investortrust.id – Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) tetap optimistis nilai transaksi Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 akan bertumbuh sekitar 10%, dibandingkan tahun lalu, meski daya beli masyarakat belum sepenuhnya pulih.
Optimisme ini didorong oleh keterlibatan seluruh pemain besar e-commerce serta meningkatnya partisipasi UMKM lokal dari berbagai daerah.
Ketua Umum idEA Hilmi Adrianto menegaskan bahwa ekosistem platform yang ikut serta pada Harbolnas tahun ini semakin lengkap. “Hampir semuanya sih sebenarnya yang peserta. Untuk Lazada, Shopee, Tokopedia, TikTok Shop, semuanya ikut,” ujarnya di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Baca Juga
Harbolnas 2025 Bidik Transaksi Rp 35 Triliun, Kemenkomdigi: UMKM Lokal Bakal Jadi Prioritas
Hilmi menambahkan bahwa tidak ada satu platform yang mendominasi nilai transaksi tiap tahun. “Cukup rata sih, tergantung dari masing-masing promosi. Promosinya berbeda-beda dari satu dengan lainnya. Tapi secara umum cukup rata, dan kita melihat kenaikannya juga signifikan,” jelasnya.
idEA menargetkan pertumbuhan transaksi Harbolnas 2025 mencapai 10% secara tahunan. “Kita memang menargetkan 10% untuk bisa naik di tahun ini. Tapi untuk dari per bulannya sendiri, sebenarnya masing-masing marketplace yang memegangnya,” kata Hilmi.
Terkait kategori produk favorit, Hilmi menyebut pola konsumsi masyarakat masih stabil. “Fashion, kecantikan seperti skincare, lalu otomotif dan elektronik tetap menjadi top 3 kategori yang diminati,” ungkapnya.
Baca Juga
Pasar Keuangan Diproyeksi Menguat pada 2026, Yield SBN Turun Moderat
Meski daya beli sempat melemah pada beberapa periode, idEA menilai e-commerce tetap menjadi kanal utama konsumen. “Ada penurunan daya beli, tapi kita melihat ada perubahan dari marketnya. Sebenarnya masih tetap mendominasi dari sisi e-commerce,” tutupnya.
Dengan kampanye yang lebih luas, keikutsertaan platform besar, dan penambahan ribuan UMKM, idEA optimistis Harbolnas 2025 dapat menjadi penggerak utama transaksi online di akhir tahun.

