Biaya Admin E-Commerce Naik, Asosiasi dan Pemerintah Pastikan UMKM Tetap Terlindungi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kenaikan biaya administrasi di berbagai platform e-commerce sepanjang 2025 memicu kekhawatiran pelaku UMKM. Asosiasi E-Commerce Indonesia (idEA) menegaskan bahwa penyesuaian biaya ini tengah dibahas serius bersama pemerintah agar tidak mengorbankan usaha kecil.
Ketua Umum idEA Hilmi Adrianto menjelaskan bahwa setiap marketplace memiliki struktur biaya dan pertimbangan bisnis masing-masing. Penyesuaian biaya dilakukan untuk menjaga keberlanjutan bisnis e-commerce seiring meningkatnya kebutuhan operasional.
Baca Juga
Kadin Indonesia dan DPR Bahas RUU Kadin, Dorong Penguatan Peran Dunia Usaha Nasional
Namun, Hilmi menekankan bahwa kebijakan tersebut tidak boleh berjalan tanpa evaluasi. Asosiasi terus berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Koperasi dan UKM untuk memastikan mekanisme baru tidak memberatkan UMKM. “Ini sedang kita bahas agar prosesnya tidak mencederai UMKM. Itu yang menjadi perhatian kami,” ujarnya.
Sejak 2025, sejumlah platform seperti Shopee, Tokopedia, Lazada, dan TikTok Shop mulai menerapkan skema biaya yang relatif seragam. Komisi dibebankan antara 2–10% dari nilai transaksi, ditambah biaya layanan Rp 1.250 per pesanan. Komisi tertinggi diterapkan pada kategori premium seperti Mall atau Star Seller, dengan kisaran 4–10%.
Baca Juga
Pasar Asia-Pasifik Mayoritas Melemah, Indeks Hang Seng Turun Paling Dalam
Di luar komisi dasar, penjual reguler kini menanggung total biaya lebih besar karena mencakup biaya layanan, promosi, serta kewajiban pajak seperti PPN atas fee dan PPh final 0,5% dari omzet. Kombinasi inilah yang dinilai menjadi tantangan baru bagi UMKM.
Pembahasan antara idEA dan pemerintah masih berlangsung. Sementara itu, pelaku UMKM disarankan menghitung ulang margin dan strategi promosi untuk menyesuaikan struktur biaya terbaru. Dengan transaksi online yang terus tumbuh, kebijakan biaya layanan dianggap penting untuk menjaga keseimbangan antara keberlanjutan bisnis platform dan kelangsungan usaha penjual lokal.

