PGEO Luncurkan Flow2Max, Teknologi Panas Bumi RI Siap Masuk Pasar Global
Poin Penting
| ● | PGE bersama Ecolab resmi meluncurkan Flow2Max, teknologi pengukuran dua fasa pertama di dunia yang terintegrasi dengan 3D TRASARTM Technology. |
| ● | Pemerintah melalui Ditjen EBTKE menegaskan bahwa inovasi seperti Flow2Max sangat penting untuk menarik investasi. |
| ● | Flow2Max dikembangkan oleh Mohamad Husni Mubarok dari PGE dan menjadi solusi yang selama ini dianggap mustahil. |
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) memperkuat pijakannya sebagai inovator utama industri panas bumi nasional. Berkolaborasi dengan Ecolab, PGE resmi meluncurkan Flow2Max, teknologi pengukuran dua fasa pertama di dunia yang kini terintegrasi dengan 3D TRASARTM Technology guna meningkatkan kemampuan monitoring dan otomasi operasi panas bumi.
Peluncuran yang digelar di Jakarta pada Selasa (2/12/2025) itu menjadi tonggak dimulainya komersialisasi Flow2Max ke pasar internasional. Inovasi ini sekaligus menempatkan karya anak bangsa dalam kompetisi teknologi energi global.
Direktur Operasi PGEO Ahmad Yani menegaskan bahwa kehadiran Flow2Max membawa PGE memasuki fase baru sebagai pelopor teknologi panas bumi.
“Kolaborasi dengan Ecolab menegaskan bahwa PGE tidak hanya menghasilkan energi bersih, tetapi juga memperkuat rantai nilai panas bumi melalui inovasi. Teknologi ini menjadi langkah penting menuju Indonesia sebagai centre of excellence panas bumi dunia sekaligus membuka peluang ekspansi global bagi inovasi nasional. Peluncuran awal akan dimulai di Asia Tenggara melalui proyek percontohan di Indonesia dan diperluas ke Filipina. Teknologi ini juga dirancang untuk diproduksi massal dan diekspor, sejalan dengan visi PGE menjadi world class green energy company,” ujarnya dalam keterangan resmi, Sabtu (6/12/2025).
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Kantongi 4 Proyek 'Blue Book' Bappenas Senilai Rp 18,1 Triliun
Dukungan juga datang dari pemerintah. Direktur Panas Bumi pada Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Gigih Udi Atmo, menilai inovasi seperti Flow2Max–3D TRASARTM menjadi komponen vital dalam mendorong lompatan Indonesia di sektor panas bumi.
“Inovasi yang dilakukan PGE dan Ecolab ini sangat dibutuhkan untuk menarik investasi, meningkatkan TKDN, serta memastikan teknologi panas bumi terus berkembang. Pemerintah sepenuhnya mendukung upaya kolaboratif PGE dan Ecolab untuk memperkuat industri panas bumi Indonesia ke depan,” kata Gigih.
Flow2Max merupakan teknologi yang dikembangkan oleh Mohamad Husni Mubarok, perwira PGE yang kini menjabat sebagai Manager Production & Operation Excellence. Teknologi ini memungkinkan pengukuran mass flow rate dan enthalpy fluida dua fasa secara real-time tanpa menghentikan produksi sumur—solusi yang selama beberapa dekade dianggap mustahil dalam industri panas bumi global.
Perjalanan pengembangan Flow2Max dimulai pada 2008, ketika Husni mulai bertugas di PGE Area Sibayak, Sumatra Utara. Tantangan untuk melakukan pengukuran real-time memotivasinya menciptakan teknologi yang akhirnya diakui sebagai terobosan dunia.
“Selama ini belum ada teknologi yang mampu mengukur mass flow dan enthalpy secara real time. Hari ini, kami membuktikan bahwa solusi yang dulu dianggap mustahil akhirnya dapat diwujudkan melalui Flow2Max,” ujar Husni.
Baca Juga
Julfi Hadi Mundur dari Dirut Pertamina Geothermal (PGEO), Ada Apa?
Flow2Max memungkinkan investigasi anomali sumur secara cepat dan akurat tanpa menghentikan operasi. Keunggulan ini mengantarkan teknologi tersebut meraih paten di enam negara: Indonesia, Selandia Baru, Filipina, Islandia, Amerika Serikat, dan Turkiye. Pencapaian itu menandai kesiapan Flow2Max menjadi produk teknologi panas bumi Indonesia yang dapat dipasarkan secara internasional.
Kehadiran Flow2Max menegaskan lahirnya inovasi kelas dunia dari Indonesia untuk dunia. Bersama Ecolab, PGE menyatakan komitmennya mendorong industri panas bumi menuju standar operasi yang lebih efisien, berkelanjutan, dan kompetitif secara global.

