Kopassus Gelar Drilling Antiteror di Kawasan Industri Krakatau Jelang Nataru 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat melaksanakan drilling antiteror di Kawasan Industri Krakatau, Cilegon, Jumat (28/11/2025). Latihan pengamanan ini digelar untuk memastikan kesiapsiagaan negara dalam melindungi kawasan industri strategis yang berstatus Objek Vital Nasional, termasuk industri baja nasional yang dikelola PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
Objek vital nasional merupakan kawasan atau fasilitas yang memiliki peran penting bagi hajat hidup masyarakat, kepentingan negara, serta sumber pendapatan strategis. Pelaksanaan drilling antiteror tersebut menjadi bagian dari kehadiran negara dalam memberikan perlindungan maksimal terhadap aset-aset industri yang menopang kemandirian ekonomi dan pertahanan nasional. Keamanan Kawasan Industri Krakatau dipandang bukan semata kepentingan bisnis, tetapi menjadi bagian dari mandat negara untuk menjaga stabilitas nasional.
Latihan kali ini sekaligus menunjukkan sinergi erat antara Kopassus TNI AD dan Krakatau Steel sebagai industri strategis nasional. Kolaborasi tersebut memperkuat komitmen bersama untuk mendukung sistem pertahanan negara yang lebih modern dan responsif. Perlindungan kawasan industri diyakini tidak hanya memberikan kepastian operasional, tetapi juga berperan fundamental terhadap penguatan struktur pertahanan nasional.
Sebagai produsen baja terbesar di Indonesia, Krakatau Steel memegang peranan vital dalam rantai pasok pertahanan, mulai dari penyediaan material dasar hingga komponen pendukung alat utama sistem persenjataan (alutsista) dan infrastruktur strategis. Dengan pengamanan kawasan industri yang ditingkatkan, keberlanjutan produksi baja dapat dijaga agar tetap berkontribusi langsung terhadap ketahanan ekonomi dan pertahanan negara.
Baca Juga
Krakatau Steel (KRAS)–Semen Indonesia (SMGR) Siap Pasok Kebutuhan PSN 'Giant Sea Wall'
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa keamanan dan ketahanan industri merupakan dua aspek yang tidak terpisahkan dalam pembangunan Indonesia sebagai negara industri maju yang tangguh dan berdaya saing.
Drilling antiteror yang dilakukan Kopassus ini juga selaras dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, terutama agenda prioritas penguatan stabilitas politik dan keamanan nasional, pembangunan pertahanan negara yang modern, serta pendorongan kemandirian industri nasional. Melalui peningkatan kesiapsiagaan pada objek vital nasional, pemerintah berupaya memperkuat fondasi Indonesia yang aman, mandiri, dan berdaulat.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Akbar Djohan, memberikan apresiasi terhadap keterlibatan Kopassus dan jajaran TNI AD dalam kegiatan ini. Ia menegaskan bahwa keamanan kawasan industri memegang peranan penting bagi kelangsungan operasional perusahaan sebagai bagian dari industri strategis nasional. “Baja bukan sekadar komoditas, tetapi fondasi kemandirian bangsa dan bagian dari sistem pertahanan negara. Melalui sinergi ini, kami semakin yakin bahwa Krakatau Steel dan Group dapat terus berkontribusi lebih besar bagi Indonesia yang kuat, modern, dan berdaulat,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima Investortrust.id.
Krakatau Steel sendiri merupakan perusahaan manufaktur baja terintegrasi yang berdiri sejak 31 Agustus 1970. Selain industri baja, perusahaan ini mengembangkan bisnis kawasan industri terpadu, kepelabuhanan, logistik, penyediaan energi, hingga ventura bersama mitra internasional. Krakatau Steel kini berada dalam fase transformasi melalui semangat “Revolutionary Movements: Committed to Transform” yang mencakup penguatan tata kelola, peningkatan kepercayaan pemangku kepentingan, serta pengembangan bisnis hilir dan infrastruktur.
Drilling antiteror yang dilaksanakan di Cilegon ini menjadi salah satu langkah strategis untuk memastikan bahwa industri baja sebagai tulang punggung pertahanan dan pembangunan nasional tetap dapat beroperasi dengan aman, stabil, dan optimal di tengah dinamika tantangan keamanan ke depan.

