Kemenperin Dorong Industri Gas Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi hingga 8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa industri gas memiliki peran strategis sebagai tulang punggung sektor manufaktur nasional. Selain mendukung program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, industri gas juga berperan penting dalam mendorong hilirisasi dan transisi menuju industri hijau rendah emisi karbon.
Sekretaris Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, Sri Bimo Pratomo, mengatakan industri gas merupakan fondasi bagi berbagai sektor turunan. Penguatan industri hulu dinilai akan meningkatkan daya saing industri intermediate dan hilir.
Baca Juga
Satgas Nataru PGN (PGAS) Kawal Keandalan Penyaluran Gas Nasional
“Gas industri ini menjadi bahan baku untuk industri berikutnya. Kalau industri hulunya kuat, maka industri intermediate dan hilirnya juga akan kuat. Ini sangat penting,” ujarnya dalam Seminar Teknik AGII 2025 di Jakarta, Jumat (28/11/2025).
Kemenperin optimistis industri gas dapat berkontribusi signifikan dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8% pada 2029. Sri Bimo menegaskan bahwa industri gas diyakini menjadi salah satu motor penggerak utama yang mendukung pencapaian tersebut.
“Kami dari Kemenperin akan sangat mendukung agar industri gas ini bisa tumbuh kembali. Saya yakin industri gas merupakan motor penggerak untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 8% pada 2029,” tambahnya.
Baca Juga
Kemenperin Sebut Peningkatan Optimisme Pelaku Industri Bagian dari 'Purbaya Effect'
Sebagai langkah konkret, Kemenperin tengah menyusun roadmap industri gas 2030–2034. Fokus pengembangan mencakup integrasi energi terbarukan untuk hidrogen hijau, implementasi Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS), pembangunan infrastruktur penyimpanan, pengembangan jaringan amonia, hingga penguatan inovasi dan kolaborasi riset.
“Pembangunan infrastruktur penyimpanan, jaringan amonia, serta inovasi dan kolaborasi riset dan industri menjadi fokus upaya percepatan penguatan industri gas,” tutup Sri Bimo.

