Anindya Bakrie: Potensi Industri Halal US$ 8 Triliun Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi 8%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie menilai potensi industri halal dan keuangan syariah global menjadi peluang besar bagi Indonesia. Dengan potensi mencapai US$ 5-8 triliun, hal ini diprediksi sangat tepat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menurut Anin, sapaannya, Indonesia saat ini membutuhkan sumber pertumbuhan baru seiring target pemerintah mendorong ekonomi menuju 8%.
“Melihat potensi-potensi ke depan, baik itu dari sektor halal industri maupun Islamic finance asset, di (potensi ekonomi) US$ 5 sampai 8 triliun itu besar sekali,” ujarnya dalam acara Halal Bihalal Forum B57+ di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Anin menegaskan, dalam situasi global yang penuh tantangan, Indonesia membutuhkan mitra strategis yang kuat dan dapat diandalkan untuk tumbuh bersama. Ia melihat inisiatif B57+ sebagai platform yang menjanjikan karena menghubungkan negara-negara anggota OKI serta jejaring bisnis global.
“Ini reliable partner, prospective partner untuk bisa mengembangkan halal industri dan juga Islamic finance,” sambungnya.
Di sisi lain, Indonesia juga dinilai memiliki kepentingan besar untuk memastikan pertumbuhan ekonomi halal. Anin menegaskan hal itu juga berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat hingga ke daerah.
Lebih lanjut, Kadin juga menyatakan dukungan penuh terhadap pengembangan B57+ sebagai salah satu motor penggerak kolaborasi ekonomi lintas negara.
"Kami dari Kadin mendukung penuh (forum B57+), mudah-mudahan (kerja sama ekonomi) D-8 yang sempat tertunda, bisa kita dorong di tahun depan," harap Anin.

