Arah Infrastruktur 2025–2045, AHY Singgung Jalur Rel 12.100 Km hingga 142 Pelabuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memaparkan arah kebijakan nasional mengenai pembangunan infrastruktur dan konektivitas dalam Rencana Jangka Menengah dan Panjang 2025 – 2045.
AHY menyebut pemerintah menempatkan mobilitas dan konektivitas sebagai pilar penting transformasi nasional. “Dokumen strategis jangka panjang Indonesia memilih mobilitas dan konektivitas sebagai pilar utama transformasi negara,” katanya dalam ajang Indonesia International Transport Summit (IITS) di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Dia menegaskan, pembangunan tersebut juga ditujukan untuk pemerataan. “Konektivitas dan pembangunan bukan hanya tentang mengembangkan infrastruktur fisik, tetapi menunjukkan komitmen negara untuk memastikan tidak ada negara, tidak ada kawasan yang tertinggal,” tegas AHY.
Baca Juga
MTI: Pembangunan Kereta Cepat Jakarta–Surabaya Bukan Kebutuhan Mendesak
Dalam dua dekade ke depan, lanjut AHY, pemerintah menargetkan perluasan jaringan jalan raya, transportasi publik, jalur rel, dan kapasitas pelabuhan. “Target utamanya meningkatkan panjang jalur rel kereta api hingga 12.100 kilometer pada 2030, mengembangkan jaringan jalan negara hingga 86.000 kilometer pada 2040, dan meningkatkan kapasitas di seluruh 142 port (pelabuhan) pada tahun 2030,” papar AHY.
Ia menambahkan, penguatan infrastruktur akan disertai pembangunan infrastruktur digital dan perbaikan ekosistem logistik. “Tujuannya untuk meningkatkan kemampuan logistik, mengurangi biaya logistik, dan membangun Indonesia yang lebih terhubung, produktif, dan berkembang,” ucap AHY.
Dalam kesempatan itu, AHY turut menyampaikan pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal III 2025 yang tumbuh 5,04% secara tahunan. “Yang penting untuk diperhatikan adalah bagaimana perkembangan ini bisa merata di seluruh daerah,” ujarnya
Source: Dok KAI
Dikatakan AHY, Jawa tercatat sebagai kontributor terbesar terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan porsi 56,68% dan pertumbuhan 5,17%. Sulawesi membukukan pertumbuhan tertinggi 5,84%, disusul Sumatra tumbuh 4,9%, Kalimantan 4,7%, Bali dan Nusa Tenggara 4,71%, serta Maluku dan Papua 2,68%.
Untuk menutup kesenjangan wilayah, kata AHY, pemerintah menyiapkan transformasi logistik dan sistem konektivitas jangka panjang. “Presiden (Prabowo Subianto) telah mengajarkan ekspansi jalur rel kereta api di seluruh Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi,” katanya.
Baca Juga
Rel Kereta di Indonesia Bakal Bertambah 12.100 Km hingga 2030
Ia menilai langkah itu penting untuk mendorong efisiensi transportasi. “Penguatan jalur kereta api penting untuk mencapai logistik yang lebih hijau, mengurangi simpul kemacetan akibat pengoperasian truk logistik, dan menurunkan biaya transportasi di seluruh kawasan,” kata AHY.
Terkait mekanisme pembiayaan pembangunan infrastruktur, AHY menekankan, pendanaan tidak hanya bertumpu pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). “Anggaran (pembangunannya) tentu besar dan kita ingin berkolaborasi dengan semua pihak. Tentu APBN ini tidak cukup,” ujar AHY kepada wartawan seusai acara IITS di Jakarta, Rabu (26/11/2025).
Ihwal itu, pemerintah membuka skema kerja sama pemerintah dan badan usaha (KPBU), baik investor domestik maupun asing. “Intinya kerja sama yang saling menguntungkan dan berorientasi pada masa depan saya rasa akan menjadi baik untuk semua,” pungkas AHY.

