Bagikan

Pertamina Catat Laba Rp 34,1 Triliun Kuartal III 2025, Investor Angkat Topi

Poin Penting

Pertamina bukukan laba US$ 2,05 miliar hingga Q3 2025.
Program efisiensi menghasilkan tambahan US$ 624 juta.
Pemerintah melunasi kompensasi BBM 2024 dan mulai membayar kompensasi 2025.

JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina (Persero) memaparkan kinerja kuartal III 2025 kepada para investor dalam agenda Earnings Call 3Q25 dan menegaskan ketahanan operasional perusahaan di tengah tekanan eksternal. Perusahaan menghadapi penurunan harga minyak mentah global, melemahnya crack spread, serta depresiasi nilai tukar rupiah.

Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini menyampaikan bahwa perusahaan tetap mencatat pendapatan yang solid. “Hingga Q3 2025, Pertamina masih mampu membukukan pendapatan yang solid dengan laba positif mencapai US$ 2,05 miliar (Rp 34,1 triliun),” ujar dia dalam keterangannya, Rabu (26/11/2025).

Pada periode Januari hingga September 2025, Pertamina mencatat pendapatan US$ 53,38 miliar dan EBITDA US$ 8,20 miliar. Kinerja ini ditopang operasional yang tangguh di seluruh lini bisnis. Perusahaan juga menjalankan program cost optimization yang diterapkan secara konsisten sepanjang tahun.

“Program cost optimization sepanjang tahun mencatatkan efisiensi dan tambahan pendapatan senilai US$ 624 juta,” tambah Emma.

Kinerja keuangan yang kuat menjaga profil permodalan dan arus kas perseroan pada level sehat. Rasio kredit Pertamina tetap berada pada level investment grade dengan outlook stabil dari tiga lembaga pemeringkat internasional yaitu Moody’s, S&P, dan Fitch. Leverage, kapasitas pembayaran utang, serta likuiditas perusahaan tercatat stabil di tengah dinamika industri energi global.

Emma menjelaskan bahwa capaian ini diperkuat oleh tata kelola dan disiplin investasi yang dilakukan di bawah pengawasan pemegang saham, termasuk Danantara. “Kolaborasi dengan pemegang saham memberikan fondasi yang lebih kuat bagi pengelolaan modal Pertamina,” jelasnya.

Baca Juga

Sepakat, Vivo Beli BBM Lewat Pertamina 100.000 Barel

Pemerintah turut berperan dalam memperkuat posisi keuangan perusahaan melalui penyelesaian kompensasi selisih harga BBM. Seluruh kompensasi 2024 telah dilunasi hingga Juni 2025, sementara pembayaran kompensasi untuk 2025 mulai direalisasikan.

“Pada Oktober 2025, Pertamina telah menerima pembayaran kompensasi untuk Kuartal I 2025. Kami mengapresiasi dukungan Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian BUMN, serta Danantara,” kata Emma.

Kementerian Keuangan menerbitkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 73 Tahun 2025 tentang Tata Cara Penyediaan, Pencairan, dan Pertanggungjawaban DanaKkompensasi atas Kekurangan Penerimaan Badan Usaha Akibat Kebijakan Harga BBM dan Listrik. Regulasi ini memungkinkan pembayaran kompensasi dilakukan setiap bulan dan membuka fleksibilitas dalam valuta asing. “Kebijakan ini akan memperkuat likuiditas kami ke depan, dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan fiskal negara,” tambahnya.

Pesawat penumpang Pelita Air yang pertama menggunakan biofuel dari bekas minyak goreng. Foto: Dok. PLN ()

Source:

Dalam kesempatan yang sama, Emma menegaskan komitmen perusahaan untuk terus memperkuat tata kelola yang baik atau Good Corporate Governance. “Selain memperkuat governance framework, kami telah melakukan aksi-aksi nyata untuk perbaikan di seluruh lini. Ini bukan sekadar reaktif, namun ini bagian dari transformasi yang lebih luas dari Pertamina untuk meningkatkan transparansi, integritas, dan disiplin operasional,” paparnya.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina Agung Wicaksono memaparkan perkembangan terbaru rencana integrasi bisnis hilir. “Informasi ini menjadi salah satu yang paling dinantikan investor,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa integrasi Subholding Commercial & Trading, Refinery & Petrochemical, serta Integrated Marine Logistics dirancang untuk meningkatkan efisiensi end-to-end, mempercepat pengambilan keputusan, dan memperkuat daya saing produk. “Kami yakin integrasi ini juga akan memperkokoh rantai pasok energi nasional,” katanya.

Baca Juga

Sepakat dengan Pertamina, BP-AKR Tambah Pasokan 100 Ribu Barel BBM

Agung menambahkan bahwa proses integrasi dilakukan secara bertahap dan menunggu persetujuan para pemangku kepentingan. Ia memastikan proses tersebut berjalan hati-hati dan sesuai prinsip tata kelola. Selain itu, ia memaparkan bahwa di tengah transformasi yang tengah berlangsung, Pertamina tetap menjalankan komitmen Environmental, Social and Governance (ESG). Data Sustainalytics menempatkan Pertamina sebagai peringkat 1 kategori Integrated Oil & Gas Sub-industri dengan skor 23,5 yang masuk kategori medium risk.

VP Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron menjelaskan bahwa Earnings Call 3Q25 juga menghadirkan SVP Treasury & Strategic Financing Bagus Agung Rahadiansyah serta SVP Strategy & Investment Henricus Herwin.

Acara yang dipandu VP Investor Relations Pertamina Juferson Victor Mangempis itu diikuti lebih dari 100 investor dari berbagai institusi global di Eropa, Asia, Amerika Serikat, dan domestik. “Earnings Call merupakan forum komunikasi rutin sebagai bentuk keterbukaan Pertamina kepada investor yang terus mendukung pengembangan perusahaan,” tutup Baron.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024