BI Catat Kurs Rupiah Rebound ke Rp 16.341/USD Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah berhasil rebound terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan hari ini, Kamis (4/7/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah menguat 46 poin ke level Rp 16.341/USD, dibanding pada perdagangan kemarin yang melemah ke Rp 16.387/USD.
Nilai tukar rupiah juga menguat berdasarkan data Yahoo Finance dari pasar spot valas. Mata uang Garuda menguat 39 poin ke level Rp 16.325/USD hingga pukul 16.00 WIB. Pada perdagangan hari sebelumnya, rupiah berada di posisi Rp 16.364/USD.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, indeks dolar AS (DXY) bergerak melemah dalam perdagangan valas hari Kamis. Hal ini tidak lepas dari sentimen rilis data ketenagakerjaan di negara dengan perekonomian terbesar di dunia itu yang melemah.
"Data ketenagakerjaan AS yang dirilis ADP (Automatic Da ta Processing) melemah, lebih lemah dari prakiraan. Selain itu, indeks manajer pembelian yang lemah pada aktivitas nonmanufaktur meningkatkan spekulasi terhadap melemahnya perekonomian AS. Hal ini menurut para pedagang akan mendorong The Fed untuk memotong suku bunga lebih cepat," kata Ibrahim dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (4/7/2024).
Baca Juga
Lebih lanjut, data tenaga kerja yang lemah itu turut mendorong spekulasi atas lemahnya data nonfarm payroll yang akan dirilis pada Jumat (5/7/2024) waktu setempat. Para investor pun meningkatkan taruhan soal The Fed yang akan melakukan pemotongan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada September mendatang.
Selain itu, alat CME Fedwatch menunjukkan para investor memprakirakan peluang penurunan suku bunga pada bulan September hampir 66%, atau naik dari 59% sehari lalu. Di sisi lain, risalah pertemuan The Fed pada bulan Juni menunjukkan para pengambil kebijakan masih tidak yakin inflasi telah turun hingga batas di mana penurunan suku bunga Fed Funds Rate dapat dilakukan.
"Beberapa pejabat masih melihat perlunya suku bunga yang lebih tinggi untuk menurunkan inflasi," ungkap Ibrahim.
Ketua The Fed Jerome Powell juga memperingatkan pada minggu ini, meski bank sentral telah membuat beberapa kemajuan dalam memerangi inflasi, ia masih kurang percaya diri untuk mulai memangkas suku bunga.
"Untuk perdagangan Jumat (5/7/2024) esok, kami memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.280-16.400 per dolar AS," imbuhnya.

