Sepakat, Vivo Beli BBM Lewat Pertamina 100.000 Barel
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Vivo Energi Indonesia mencapai kesepakatan untuk membeli basefuel bahan bakar minyak (BBM) lewat PT Pertamina Patra Niaga (PPN) sebanyak 100.000 barel. Vivo bakal menyerap kargo impor Pertamina sebagaimana arahan dari pemerintah.
“Penyaluran pasokan BBM untuk BU (badan usaha) swasta Vivo ini sebanyak 100.000 barel yang akan digunakan untuk SPBU-SPBU Vivo, setelah sebelumnya pada tahap pertama juga telah disalurkan pasokan BBM kepada PT APR (BP-AKR) sebanyak 100.000 barel,” ujar Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth Dumatubun, Senin (24/11/2025).
Stok BBM di SPBU swasta sejatinya sudah mulai habis sejak awal September 2025. Pemerintah pun menganjurkan BU swasta untuk membeli basefuel BBM lewat Pertamina, karena kuota impor BU swasta di 2025 ini telah dipakai sepenuhnya.
Baca Juga
Bahlil Tak Masalah Stok BBM Shell dan Vivo Kosong Asal Kebutuhan Rakyat Terpenuhi
Roberth menjelaskan proses kolaborasi dalam membantu pasokan BU swasta ini dilaksanakan melalui beberapa tahapan yang menjunjung tinggi mekanisme compliance dan governance secara business-to-business (B2B).
Proses negosiasi dari sisi jumlah kebutuhan berdasarkan volume permintaan, pelaksanaan tender supplier yang dilakukan dengan aspek good corporate governance (GCG) dan konfirmasi berulang dengan BU swasta Vivo, pelaksanaan joint Surveyor, sampai mekanisme open book untuk negosiasi aspek komersial dilaksanakan, hingga akhirnya proses bongkar dilaksanakan dan diterima BU swasta Vivo untuk disalurkan kepada masyarakat.
Dia menerangkan, BBM yang dipasok kepada BU swasta Vivo ini telah memenuhi seluruh requirements dari pihak Vivo sebagai bentuk komitmen tindak lanjut atas arahan pemerintah.
Baca Juga
Vivo dan BP Batal Beli BBM Lewat Pertamina, Bahlil: Negosiasi Masih Berjalan
“Bagi kami pemenuhan energi untuk masyarakat adalah prioritas utama, energi adalah penggerak produktivitas kehidupan masyarakat. Kami akan terus berupaya memastikan pasokan BBM tetap aman, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh masyarakat demi ketahanan energi nasional,” ucap Roberth.
Dengan disepakatinya kerja sama ini, maka kini ada dua BU swasta yang bisa beroperasi kembali karena stok BBM mereka telah terisi, yaitu BP-AKR dan Vivo. BP-AKR bahkan meminta menambah pembelian BBM lewat Pertamina sebesar 100.000 barel lagi.

