RI Gandeng Australia, Jaga Kepastian Pasokan Gandum dan Daging
JAKARTA, Investortrust.id - Indonesia akan menggandeng Australia dan mengharapkan dukungan Negeri Kangguru tersebut dalam menjaga stabilitas harga dan keamanan pangan (food security), khususnya kepastian pasokan gandum dan daging sapi.
Disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, ancaman El Nino sedang membayangi Indonesia dan dapat mempengaruhi ketahanan pangan nasional, yang pada ujungnya akan menyebabkan inflasi untuk harga-harga pangan.
“Namun, dengan adanya kerja sama perdagangan yang erat antara Indonesia dan Australia, akan dapat meminimalkan risiko tersebut,” ujar Airlangga usai Pertemuan Tingkat Menteri (PTM) IPEF,dan menggelar pertemuan bilateral dengan para Menteri negara Anggota IPEF di San Francisco, Amerika Serikat, Selasa sore (14/11/2023) waktu setempat, salah satunya dengan Senator Australia Don Farrell.
Baca Juga
Ladang Lima Pasarkan Makanan Olahan Singkong hingga Australia
Dalam kesempatan tersebut, Senator Don Farrell mencermati perkembangan perjanjian Indonesia-Australia CEPA yang diharapkan dapat memperkuat pada kerja sama dalam perdagangan gandum dan daging sapi.
“Kami telah berkunjung ke salah satu industri tepung terigu terbesar Indonesia di Makassar yang sebagian besar bahan baku gandumnya berasal dari Australia. Ini menunjukkan tingginya kebutuhan gandum di Indonesia,” ungkap Senator Don Farrell.
Farrel juga menyebut perjanjian Indonesia-Australia CEPA akan bisa mendorong kerja sama di bidang pengembangan kendaraan listrik (Electric vehicle/EV).
Baca Juga
Sebagai negara dengan cadangan critical mineral terbesar dunia, Menko Airlangga dan Senator Don Farrell juga memiliki kesamaan pandangan bahwa critical mineral merupakan kepentingan bersama, dan pembahasan ini merupakan elemen penting untuk transisi energi dan EV di kedua negara.
Airlangga pun menyambut baik concern Australia soal critical mineral, yang sejalan dengan fokus Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan EV.
Dalam kesempatan yang sama, Airlangga juga mengundang Australia untuk berinvestasi dalam bidang energi bersih, seperti hidrogen dan solar panel. “Kami memiliki floating solar panel terbesar di Asia Tenggara, dan ketiga terbesar di dunia. Solar panel tersebut dipasang di atas Waduk Cirata, Jawa Barat, dengan luas 200 ha dan berkapasitas 192 MWp,” kata Airlangga, menunjukkan keseriusan Pemerintah Indonesia dalam transisi energi.

