Tak Kurangi Ekspor Gandum ke RI, Australia Barat Tak Terpengaruh India
JAKARTA, Investortrust.id - Cuaca ekstrem akibat pemanasan global telah berujung pada berkurangnya sejumlah komoditas pangan dunia. Kekhawatiran ini mendorong sejumlah negara untuk mengamankan pasokan pangan dalam negerinya, dan menerapkan kebijakan moratorium ekspor produk pangan ke luar negeri
Kebijakan ini salah satunya dilakukan oleh India , yang menghentikan sementara atau moratorium ekspor beras ke pasar Asia. Kebijakan ini sontak mengerak harga komoditas beras di Asia, sebagai kawasan pengkonsumsi utama beras.
Pemerintah Australia Barat (Western Australia) pun mengakui memiliki concern yang sama soal ketahanan pangan di dalam negerinya. Namun demikian perkembangan cuaca ekstrem akibat pemanasan global tak membuat pemerintah Australia Barat mengurangi pasokan ekspor gandumnya ke luar negeri, khususnya ke Indonesia sebagai salah satu negara produsen mie instan yang cukup besar.
Salah satu alasannya adalah jumlah populasi domestik yang sedikit, sementara tingkat produktifitas gandum Sestern Australia yang cukup besar, sehingga sebesar 90% hasil produksi gandum lokal tetap diekspor dan sebagian besar dipasok ke Indonesia.
“Populasi di Western Australia haya sebesar 2.9 juta jiwa, sementara tingkat produksi gandum kami cukup besar sebagai hasil dari dukungan teknologi pangan. Sehingga sebesar 90% hasil produksi gandum kami tetap diekspor, dan salah satunya ke Indonesia,” kata Menteri Pertanian dan Pangan, Kehutanan, dan Bisnis Kecil Western Australia Jackie Jarvis di Jakarta, saat mendampingi Hon Premier Western Australia, Roger Cook dalam unjungan Indonesia Connect Roadshow2023 di Jakarta, Minggu (3/9/2023).
Baca Juga
Western Australia Ajak Delegasi Terbesar untuk Misi Perdagangan di RI
Menurut Jarvis, tingginya produksi gandum di Western Australia merupakan kontribusi dari majunya pertanian dengan lahan kering, dan teknologi plant breeding yang cukup baik.
“Kami masih optimistis bahwa hasil produksi gandum kami masih akan cukup tinggi, sehingga kami pun percaya bahwa 90% produksi gandum kami masih akan kami ekspor,” ujar Jarvis.
“Indonesia adalah mitra dagang penting WA, dengan nilai perdagangan barang senilaiAU$ 4,6 miliar di tahun 2022, dan ekspor minyak bumi ke Indonesia meningkat 16% menjadi AU$ 1,2 miliar padatahun 2022,” imbuh Jarvis.
Dalam kesempatan yang sama, Premier Western Australia, Roger Cook menyampaikan bahwa Indonesia masuk dalam jajaran 8 negara terbesar tujuan ekspor Western Australia. “Sejak lama Indonesia telah menjadi mitra ekspor kami, dan untuk beberapa komoditas tertentu di pertambangan kita sama-sama melakukan kerja sama ekspor ke negara ketiga,” kata Cook.
Salah satu bukti konkret dari hubungan dua negara ini antara lain Western Australia telah mengekspor barang ke Indonesia senilai AU$ 3,8 miliar pada tahun 2022, di atasrata-rata tahunan sebesar AU$2,3 miliar selama 10 tahun terakhir.
Selama ini WesternAustralia menyumbang seperempat dari total perdagangan barang Australia denganIndonesia pada tahun 2022, dan menyumbang 30% ekspor barang Australia ke Indonesia pada tahun 2022.

