Beban Puncak saat Nataru Diprediksi 43.563 MW, PLN Pastikan Pasokan Listrik Aman
JAKARTA, investortrust.id - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) memprediksi puncak beban pada Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 (Nataru) mencapai 43.563 megawatt (MW). PLN memastikan pasokan listrik aman.
Hal itu disampaikan dalam Apel Siaga Kelistrikan dalam rangka Nataru di Kantor Pusat PLN, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (20/12/2023). Koordinator Nasional Siaga Kelistrikan PLN untuk Nataru, Erwin Ansori menjelaskan daya mampu netto selama Nataru 2023-2024 mencapai 64.124 MW dengan daya mampu pasok 50.618 MW.
"Prediksi beban puncak sebesar 43.563 MW dengan perkiraan pada Natal 25 Desember 2023 sebesar 36.245 MW dengan daya mampu pasok sebesar 50.653 MW. Sehingga terdapat cadangan daya sebesar 14.408 MW atau 40%," kata Erwin.
Baca Juga
Gelar Apel Siaga Kelistrikan, PLN Siapkan 81.591 Personel Amankan Pasokan Listrik selama Nataru
Sedangkan pada malam Tahun Baru 2024, beban puncak nasional diperkirakan sebesar 33.481 MW dengan daya pasok sebesar 50.910 MW sehingga terdapat cadangan daya sebesar 17.429 MW atau 52%.
PLN menjelaskan siaga kelistrikan ini akan dimulai pada 15 Desember 2023 hingga 8 Januari 2024. Sebanyak 1.853 posko dan 81.591 personel disiagakan untuk mengamankan pasokan listrik baik pada unit pembangkit, distribusi hingga transmisi.
Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo meminta seluruh sektor mulai dari pembangkit, transmisi, dan distribusi siaga 24 jam. Selanjutnya Darmawan meminta koordinasi dengan stakeholder terkait di daerah terus diperkuat.
Baca Juga
PLN pun mengerahkan sejumlah pasukan listrik di lokasi-lokasi yang diproyeksi menjadi pusat keramaian pada Nataru 2023-2024. Mulai dari sentra kegiatan keagamaan penyelenggaraan rangkaian ibadah Natal, perumahan, perkantoran, dan titik-titik penyelenggaraan kegiatan mudik baik pelabuhan, bandara, terminal, stasiun, dan rest area sepanjang jalur mudik.
Selain itu, PLN juga memastikan pasokan gas dan bahan bakar minyak (BBM) untuk pembangkit aman. Lalu meminta semua unsur mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang dapat mengganggu pasokan listrik.
"Setiap pembangkit PLN harus aman di atas 20 hari. Insya Allah kondisi kelistrikan di seluruh Nusantara dalam kondisi andal meski menghadapi tantangan luar biasa," tuturnya.

