Pramono: Pembangunan TOD Dukuh Atas Dimulai Awal Januari 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta memastikan pembangunan kawasan Transit Oriented Development (TOD) di kawasan Stasiun KRL Sudirman – BNI City – Karet (Dukuh Atas) akan dimulai pada awal Januari 2026.
Gubernur Jakarta Pramono Anung menyampaikan, pelaksanaan proyek tersebut juga beriringan dengan optimalisasi pemanfaatan area Sungai Ciliwung yang berada di bawahnya.
“Nanti dalam waktu awal Januari (2026) kami akan memulai melakukan pembangunan untuk TOD di Dukuh Atas sekaligus Sungai Ciliwung yang di bawahnya akan kami optimalkan,” ungkap dia dalam "Kegiatan Bersih dan Sehat Bersama Sungai" di Kali Ciliwung, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Pramono menambahkan, kawasan yang dibangun diharapkan menjadi ruang publik baru yang dapat dimanfaatkan masyarakat. “Kita manfaatkan, merupakan tempat mudah-mudahan hub baru bagi warga Jakarta untuk beraktivitas ataupun mereka bersantai di Sungai Ciliwung,” ujarnya.
Sebelumnya, PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan pengembangan kawasan TOD Dukuh Atas dapat meningkatkan volume pergerakan pejalan kaki hingga dua kali lipat pada 2030 dibandingkan kondisi saat ini.
Direktur Pengembangan Bisnis MRT Jakarta, Farchad Mahfud menyampaikan, saat ini jumlah pergerakan harian di kawasan Dukuh Atas tercatat sekitar 75.000 – 80.000 orang. Dengan adanya pembangunan jembatan interkoneksi, angka tersebut berpotensi naik signifikan. “Kalau sampai 2030 ya mungkin bisa dua kalinya lah ya,” kata Farchad saat ditemui di kantornya, Rabu (8/10/2025) lalu.
Menurut Farchad, jembatan interkoneksi ini akan menghubungkan sejumlah moda transportasi di Dukuh Atas, mulai KRL, KA Bandara, LRT Jakarta Fase 1C, LRT Jabodebek, hingga Stasiun Sudirman Lama. Integrasi ini dinilai akan memudahkan pergerakan masyarakat dan mendorong pertumbuhan kawasan sekitarnya.
Konsep pengembangan TOD Dukuh Atas diawali dari kerja sama MRT Jakarta dengan Urban Renaissance Agency (UR Agency) melalui penandatanganan nota kesepahaman pada April 2024. Proyek ini dirancang menggunakan skema creative financing tanpa mengandalkan anggaran pemerintah.
“Konsepnya nanti kita mencari pendanaan melalui creative financing seperti apa, dan sekarang prosesnya sedang berlangsung. Jembatan ini bukan hanya fasilitas publik, tapi juga ada fungsi komersialnya sehingga bisa self-funded,” jelas Farchad.
Adapun pendanaan awal dilakukan melalui grant dari Japan International Cooperation Agency (JICA) yang mendukung studi kelayakan proyek tersebut. MRT Jakarta menargetkan pembangunan interkoneksi ini dapat terealisasi pada 2027.

