Pemerintah Percepat Penataan Sempadan Ciliwung, 17 Km Sudah Tertangani
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat penanganan sempadan Sungai Ciliwung menyusul banjir yang selalu merendam wilayah Jakarta.
Wakil Menteri PU Diana Kusumastuti menyampaikan, percepatan penanganan tidak dapat dilakukan sepihak karena pembebasan lahan menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta.
“Kalau kita mengurusi masalah sempadan, ini kan kita tidak bisa sendirian. Kita harus bersama-sama dengan pemerintah daerah, dan pemerintah daerah nanti yang akan melakukan pembebasannya,” kata Diana saat ditemui di Inlet Sodetan Kali Ciliwung, Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (21/11/2025).
Ia menjelaskan, kementeriannya telah menyiapkan pendanaan pembangunan tanggul seusai pembebasan lahan dari Pemprov Jakarta rampung di 2026. “DKI Jakarta di sini sudah melakukan pembebasan, dari kemarin di Kramat Jati sampai sini sudah kita lakukan pembebasan. Nanti 2026 DKI Jakarta juga akan melakukan pembebasan lagi, nanti kita akan memberikan bangunan tanggul-tanggulnya tadi,” jelas Diana.
Diana menyebut proses pembangunan tidak dapat diselesaikan dalam waktu dekat karena menunggu tahapan pembebasan lahan. “Jadi, enggak bisa langsung besok jadi, karena pembebasan lahannya kan juga butuh waktu,” tegasnya.
Terkait progres pengamanan sepanjang Sungai Ciliwung, Diana menyampaikan pengerjaan sudah berlangsung bertahun-tahun. “16 km itu kan sudah kita lakukan sejak kemarin. Dari 33 km, kita sekarang sudah (membebaskan lahan, red) 17 km. Nanti kita bertahap, nah ini mudah-mudahan bisa kita lakukan,” imbuhnya.
Soal estimasi anggaran pembangunan tanggul Kali Ciliwung, Diana belum dapat memastikan. Namun, ia menyebut proyek ini akan dikerjakan dengan kontrak tahun jamak (multi years contract). “Anggaran jumlahnya aku lupa, aku tak bisa ingat. Namun, itu multiyears (contract) ya dan ini harus kita lakukan bersama-sama. Yang penting kita sudah ada paket 1, 6, 7, 3, 5, itu bersama-sama juga nanti dengan DKI Jakarta,” tuturnya.
Mengenai target penyelesaian normalisasi Kali Ciliwung, Diana menegaskan, kecepatan proyek sepenuhnya bergantung pada pembebasan lahan. “Targetnya sih harus selesai secepatnya lah ya. Ini pokoknya tergantung dari pembebasan lahannya,” katanya.
Ia memastikan proyek belum dapat tuntas pada 2026. “Enggak bisa, DKI Jakarta baru bebaskan 2026. 2027 kita baru masuk, jadi enggak bisa,” terang Diana.
Sebelumnya, Gubernur Jakarta, Pramono Anung memaparkan progres pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung.
"Yang menjadi tanggung jawab Jakarta, ada dua kelurahan. Yang pertama adalah Cililitan. Cililitan ini ada 37 bidang, anggaran yang dianggarkan Rp 111 miliar. Kemudian yang ada di Kelurahan Pengadegan ada 54 bidang, anggaran yang dialokasikan, diestimasikan kurang lebih Rp 121 miliar," ungkap Pramono dalam Kegiatan Bersih dan Sehat Bersama Sungai di sempadan Kali Ciliwung, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Selain Ciliwung, lanjut Pramono, Pemprov Jakarta juga akan melakukan normalisasi atau pembersihan Kali Krukut sepanjang 1,3 km untuk mengantisipasi banjir di kawasan Kemang dan sekitarnya. "Kalau tidak dilakukan, maka daerah Kemang dan sekitarnya pasti akan banjir terus-menerus dan banjirnya sudah sangat mengganggu," tegasnya.

