Digeber, Normalisasi Ciliwung Mencakup Pembebasan 91 Bidang Senilai Rp 232 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta melakukan normalisasi Kali Ciliwung, Jakarta untuk memitigasi banjir. Saat ini sudah 91 bidang yang telah dibebaskan lahannya dengan kucuran APBD Jakarta sebesar Rp 232 miliar.
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menyampaikan, berbagai upaya pengerukan, rehabilitasi, dan normalisasi sungai tidak akan maksimal tanpa peran pemerintah daerah dan masyarakat.
"Apa pun yang kita kerjakan tidak akan maksimal tanpa di-support pemerintah daerah, tanpa di-support oleh masyarakat setempat untuk ikut menjaga hulunya," katanya dalam Kegiatan Bersih dan Sehat Bersama Sungai di Kali Ciliwung, Jakarta, Jumat (21/11/2025).
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jakarta, Pramono Anung memaparkan progres pembebasan lahan untuk normalisasi Sungai Ciliwung.
"Yang menjadi tanggung jawab Jakarta, ada dua kelurahan. Yang pertama adalah Cililitan. Cililitan ini ada 37 bidang, anggaran yang dianggarkan Rp 111 miliar. Kemudian yang ada di Kelurahan Pengadegan ada 54 bidang, anggaran yang dialokasikan, diestimasikan kurang lebih Rp 121 miliar. Pembebasan lahan sudah dimulai dan mudah-mudahan awal tahun depan bisa bersama-sama," sambungnya.
Selain Ciliwung, lanjut Pramono, Pemprov Jakarta juga akan melakukan normalisasi atau pembersihan Kali Krukut sepanjang 1,3 km untuk mengantisipasi banjir di kawasan Kemang dan sekitarnya. "Kalau tidak dilakukan, maka daerah Kemang dan sekitarnya pasti akan banjir terus-menerus dan banjirnya sudah sangat mengganggu," tegasnya.
Sebelumnya, Wakil Menteri (Wamen) Pekerjaan Umum (PU) Diana Kusumastuti memastikan program normalisasi Kali Ciliwung masih terus berjalan dan tidak mandek.
“Kalau itu kita berproses terus. Terus terang saja, untuk pengendalian banjir supaya normalisasi juga tetap kita jalankan terus dan tentunya persiapan untuk cuaca ekstrem sama banjir. Itu yang kita lakukan,” kata Diana saat ditemui di salah satu hotel Jakarta, Senin (3/11/2025) malam.
Menurut Diana, pemerintah terus melakukan langkah pengendalian banjir melalui program normalisasi sekaligus menyiapkan mitigasi menghadapi potensi cuaca ekstrem di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

