Bidik Ekonomi Digital US$ 360 M, Meutya Hafid Minta Media Perkuat Jurnalisme Data
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Viada Hafid menyebut industri media memiliki peran strategis dalam mendukung kekuatan ekonomi digital Indonesia di ASEAN yang diproyeksikan mencapai US$ 360 miliar pada 2030. Salah satu yang bisa digenjot adalah melibatkan media yang menyediakan informasi akurat dan berbasis data.
Meutya menyebut paduan jurnalisme global dengan konteks lokal akan menghadirkan perspektif yang relevan bagi pengambil keputusan. Ia menjelaskan, Indonesia menorehkan performa menjanjikan dengan pertumbuhan gross merchandise value (GMV) ekonomi digital sebesar 9% per tahun pada periode 2022–2024. Laju tersebut menempatkan Indonesia sebagai motor utama ekonomi digital kawasan.
Baca Juga
Namun demikian, Menkomdigi mengingatkan proyeksi tersebut akan jadi sebatas angka bila tidak diikuti ekosistem informasi yang kuat.
"Itu semua hanya jadi angka jika kita tidak memperkuatnya dengan informasi yang benar," kata Meutya di Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Menkomdigi juga menyoroti perubahan drastis industri media dalam 15–20 tahun terakhir. Mantan jurnalis televisi itu menyebut dominasi video, audio, personalisasi konten, serta jurnalisme berbasis data menjadi ciri media yang mampu bertahan saat ini.
Perubahan lanskap iklan media
Di sisi lain, iklan digital tumbuh 10–12% per tahun, sementara iklan televisi stagnan di kisaran 3–5%. Kondisi ini memaksa media memperluas model bisnis agar tetap relevan di tengah persaingan platform.
Meutya mengatakan, adopsi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) juga menghadirkan dilema. Di satu sisi meningkatkan efisiensi, tetapi sekaligus mengubah perilaku publik. Media, kata dia, harus mengelola peluang ini tanpa mengabaikan etika jurnalistik.
Pemerintah juga menegaskan agar nilai-nilai independensi serta integritas tetap dijaga. Ia menilai media nasional masih memiliki peluang besar untuk tumbuh selama mampu beradaptasi.
Baca Juga
"Bagaimana media bertahan tanpa mengurangi nilai-nilai jurnalisme? Dengan visi adaptif dan mengedepankan tanggung jawab,” tegasnya.
Meutya menyebut kolaborasi pemerintah, industri, dan media akan memperkuat ekosistem bisnis Indonesia di kancah global.

