Bagikan

Kadin Dorong Kelanjutan Proyek Infrastruktur Strategis di Daerah Imbas Pemangkasan TKD 

Poin Penting

Kadin mengidentifikasi proyek daerah yang berpotensi mandek akibat pemangkasan transfer ke daerah 2026.
Bandara Kolaka Utara, Terowongan Samarinda, dan PLTMH menjadi proyek yang membutuhkan investasi lanjutan.
Kaltara menawarkan lahan 15.000 hektare untuk pengembangan pangan, energi, dan komoditas potensial.

JAKARTA, investortrust.id — Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia mendorong kelanjutan sejumlah proyek infrastruktur dan pembangunan kewilayahan di daerah, mulai pembangunan Bandara Kolaka Utara di Sulawesi Tenggara, potensi lahan pertanian seluas 15.000 hektare (ha) di Kalimantan Utara, dan Terowongan Samarinda di Kalimantan Tengah, yang saat ini masih memerlukan dukungan investasi imbas dampak pemangkasan transfer ke daerah (TKD) 2026 oleh pemerintah pusat.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum Koordinator (WKUK) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Kadin, Carmelita Hartoto saat ditemui seusai rapat koordinasi nasional (Rakornas) yang bertajuk “Koordinasi Pusat dan Daerah: Pembangunan Infrastruktur Berkelanjutan Mendukung Asta Cita” di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025).

Carmelita menyebut, Kadin tengah mengidentifikasi proyek-proyek prioritas pemerintah yang kemungkinan mandek melalui koordinasi dengan Kadin daerah (Kadinda) di seluruh Indonesia.

Baca Juga

Prabowo Instruksikan Perbaikan Layanan dan Infrastruktur Perkeretaapian Nasional

“Beberapa bulan ini kita sudah berbicara dengan teman-teman di daerah karena bujet pemerintah ke daerah juga dipotong. Jadi kita berinisiatif untuk menanyakan dari teman-teman kadinda (kepala Kadin daerah) proyek-proyek apa saja yang mungkin tertunda,” kata Meme, sapaan akrabnya Carmelita.

Salah satu proyek yang tengah diupayakan penyelesaiannya adalah pembangunan Bandara Kolaka Utara. Menurut Meme, sebagian konstruksi telah dilaksanakan, tetapi masih memerlukan dukungan lanjutan, baik pembebasan lahan maupun dukungan investasi dari swasta, agar dapat beroperasi penuh.

“Pemerintah daerah Kolaka Utara menginginkan bandara mereka diselesaikan. Sementara sudah dibangun sebagian dan sudah diberikan bujet oleh Kementerian Perhubungan, tetapi masih perlu pengurusan pembangunannya,” jelas dia.

WKU Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Carmelita Hartoto (tengah) di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis (13/11/2025). Foto: investortrust/Rizqi Putra Satria (Rizqi Putra Satria)
Source: investortrust

Selain itu, lanjut Meme, Kadin juga menyoroti proyek Terowongan Samarinda di Kalimantan Tengah serta pengembangan sejumlah proyek pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) yang memerlukan dukungan investor dari pusat maupun luar negeri.

“Tentu juga ada terowongan (proyek Terowongan Samarinda, red) di Kalimantan Tengah yang perlu adanya investasi dari luar maupun dari pusat, juga proyek hidro bendungan yang kemungkinan menarik minat pengusaha,” ujar Meme.

Baca Juga

Bisnis Infrastruktur Kian Prospektif di Era Pemerintahan Prabowo, Investasi Naik 22,1%

Ia menambahkan, Kadin juga menerima tawaran dari daerah untuk pengembangan lahan seluas sekitar 15.000 ha di Kalimantan Utara yang potensial untuk mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

“Ada juga ditawarkan juga ke kita ya, mungkin sekitar 15.000 (hektare, red), yang bisa ditawarkan kepada teman-teman pengusaha, apakah mau urusan tambang di sana, nikel ada di sana. Ada juga kakao ya, terus ada cengkih, dan banyak yang lain-lain. Jadi mungkin kalau hal-hal seperti ini kan kita perlu sampaikan kepada pengusaha-pengusaha daerah atau pusat yang mungkin tertarik untuk berinvestasi di sana,” terang Meme.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024