KPI Mantapkan Posisi di Usia 8 Tahun, Ketahanan Energi RI Makin Kuat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investoortrust.id - PT Kilang Pertamina Internasional menandai usia 8 tahun dengan memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi terdepan di Indonesia dan kawasan. Perseroan mencatat berbagai pencapaian dalam menjaga ketahanan energi nasional dan mendorong transformasi industri migas, terutama melalui pengelolaan infrastruktur kilang yang lebih modern dan ramah lingkungan.
Perjalanan KPI dimulai pada 13 November 2017. PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) yang merupakan Subholding Refining and Petrochemical Pertamina sejak September 2020, menjalankan mandat untuk mengelola enam kilang strategis milik Pertamina. Enam fasilitas tersebut, meliputi Kilang Dumai, Plaju, Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Kilang Kasim, yang menjadi tulang punggung pasokan produk energi dalam negeri.
Direktur Utama KPI Taufik Aditiyawarman menyatakan bahwa transformasi kilang dilakukan melalui pembangunan berbagai infrastruktur penting untuk menopang ketahanan energi Indonesia. "Program tersebut mencakup revitalisasi unit pengolahan, ekspansi fasilitas penyimpanan, dan peningkatan kapasitas produksi agar lebih efisien," kata dia dalam keterangannya, Jumat (14/11/2025).
Peningkatan infrastruktur kilang berjalan melalui sejumlah proyek, termasuk Blue Sky dan Green Refinery di Kilang Cilacap, revitalisasi Residue Catalytic Cracking (RCC) di Kilang Balongan, serta proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) di lokasi yang sama. KPI juga merealisasikan proyek Ultra Low Sulfur Diesel (ULSD), pembangunan Platformer I di Kilang Dumai, hingga pembangunan jaringan pipa Senipah–Balikpapan. Selain itu, perseroan meningkatkan kapasitas Crude Distillation Unit (CDU) di Balikpapan, memperluas fasilitas penyimpanan di Terminal Lawe-Lawe, dan mengembangkan fasilitas produksi TPPI.
Dalam rentang 2019–2024, perseroan mencatat total pengolahan bahan baku mencapai 320 juta barel per tahun. Dari total tersebut, KPI menghasilkan sekitar 250 juta barel per tahun bahan bakar minyak, 30 juta barel produk non-BBM, dan 21 juta barel produk lainnya. Keandalan pengoperasian kilang tercermin dari plant availability factor (PAF) yang mencapai 99%, sementara yield valuable product meningkat hingga 81%. Pada periode 2021–2024, energy intensity index (EII) berada di kisaran 107%.
Baca Juga
Kilang Indonesia Bikin Bangga, PertaminaSAF Diakui di Singapura
Selain peningkatan kapasitas, KPI memperkenalkan berbagai produk ramah lingkungan. Sejumlah produk unggulan meliputi PertaminaSAF, PertaminaRD, Biosolar, Diesel X, MFO Low Sulphur, dan Breezon. "Inovasi ini menjadi kontribusi penting KPI terhadap target net zero emission 2060," kata dia.
Taufik menegaskan bahwa PertaminaSAF merupakan salah satu terobosan terbesar. Produk aviasi tersebut diolah dari minyak jelantah sehingga menghasilkan bahan bakar berkelanjutan yang mendukung emisi rendah. Ia menjelaskan bahwa teknologi ini memungkinkan sektor penerbangan beralih secara bertahap menuju energi hijau.
Di sisi pengembangan teknologi, KPI menampilkan berbagai inovasi kilang yang mendapatkan pengakuan internasional. Kilang Dumai mengembangkan metode pengolahan super heavy crude yang selama ini memiliki tantangan teknis tinggi. Kilang Cilacap meningkatkan kemampuan treated distillate hydro treating agar dapat mengolah bahan baku nabati menjadi renewable diesel dan sustainable aviation fuel.
Di Kilang Balongan, inovasi berfokus pada keselamatan peralatan berputar, sementara Kilang Balikpapan menciptakan alternatif pengganti foam untuk pelatihan pemadaman kebakaran yang lebih ramah lingkungan.
Taufik menilai deretan inovasi ini menunjukkan bahwa KPI bukan hanya operator kilang, melainkan pelopor teknologi energi berkelanjutan. Ia menekankan bahwa inovasi tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat daya saing industri pengolahan migas Indonesia.
Pada aspek sumber daya manusia, KPI meluncurkan berbagai program keselamatan dan peningkatan kompetensi pekerja. Program Safety Leadership Program 4.0 menjadi salah satu inisiatif untuk memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kilang. Perseroan juga menjalankan pelatihan dan peningkatan kapasitas bagi mitra kerja untuk memastikan operasional yang lebih aman dan produktif.
Baca Juga
Pertamina Siap Ambil Bagian dalam Proyek Kilang Modular Nasional
Selain aspek teknis dan operasional, KPI berkomitmen pada pemberdayaan masyarakat melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan. Pada 2023–2024, perseroan menyalurkan sekitar Rp 34 miliar untuk 370 program pemberdayaan ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan pelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasi. Program tersebut menjadi bukti peran KPI dalam menjaga harmoni antara bisnis dan masyarakat.
Kontribusi KPI selama delapan tahun turut mendapatkan pengakuan nasional dan internasional. Perseroan meraih Proper emas dan hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup, Subroto Award dari Kementerian ESDM, serta dua penghargaan pada Asian Downstream Summit 2025 untuk kategori Leader of The Year dan Sustainable Technology of the Year. Selain itu, KPI memperoleh penilaian Baik untuk Customer Satisfaction Index dan Stakeholder Perception Index.
Taufik menyampaikan bahwa pencapaian delapan tahun ini merupakan hasil kerja keras seluruh pekerja KPI. Ia menilai bahwa perjalanan KPI masih panjang dan penuh peluang, terutama untuk memperkuat ketahanan energi nasional dan mendorong transisi energi bersih.

