Kemenperin: Pasar Domestik dan Pasokan Bahan Baku Jadi Kunci Daya Saing Sektor IKFT
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan sejumlah faktor yang menjadi penentu tingginya daya saing Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil (IKFT). Pasar merupakan salah satu variebel yang penting dan berpengaruh pada pertumbuhan IKFT.
Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin Taufiek Bawazier menjelaskan, pasar sektor IKFT dominan atau sebanyak 80% ada di dalam negeri, sementara itu 20% untuk ekspor. Maka dari itu, ia menekankan pentingnya kebijakan yang fokus untuk mendukung peningkatan pasar.
"Jadi kebijakan-kebijakan yang mendukung ke arah situ, terutama interface dari manufaktur ke pasar, ini faktor (yang menentukan) harga. Jadi kalau harga di pasar tidak diisi oleh produk dalam negeri, tentunya akan berpengaruh terhadap utilisasi dan pertumbuhan industri di sektor IKFT," ucapnya saat rapat dengan Komisi VII DPR, Jakarta, Rabu (12/12/2025).
Faktor pendukung yang tidak kalah penting untuk mendorong pertumbuhan industri IKFT adalah ketersediaan bahan baku, logistik serta dukungan regulasi dari pemerintah.
"Jadi kami berharap nanti Komisi VII bisa men-deliver apa kebutuhan kita, memperkuat (pasokan kebutuhan) energinya, yang kedua memperkuat logistiknya, yang ketiga memperkuat bahan baku-bahan baku yang berpengaruh terhadap proses produksi di sektor kimia," terangnya.
Lebih lanjut, anak buah Menperin Agus Gumiwang ini juga menyoroti masalah pasokan energi yang digunakan sebagai bahan baku untuk industri kimia. Menurut Taufiek, ketersediaan energi dan bahan penolong lainnya sangat berpengaruh pada pertumbuhan Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT).
"Itu juga berpengaruh kuat terkait dengan harga dan pasokannya, dan juga terkait dengan bahan-bahan penolong. Seperti contohnya garam, bahan penolong lain, itu juga berpengaruh terhadap proses produksi dan daya saing kita," tambah Taufiek.

