CEO Investortrust: 2026 Jadi Tahun Ekspansi Ekonomi Nasional
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — CEO Investortrust.id Primus Dorimulu menyebut 2026 akan menjadi periode ekspansi ekonomi nasional seiring optimisme pelaku usaha terhadap arah kebijakan fiskal dan moneter yang lebih 'gaspol'.
Hal ini disampaikannya dalam acara Investortrust Economic Outlook 2026 yang digelar di Ritz-Carlton Jakarta dan dihadiri pelaku industri keuangan dan sektor riil hingga perwakilan otoritas ekonomi.
Primus mengatakan, pihaknya menghadirkan dua pembicara utama dari pemerintah dan Bank Indonesia (BI), yakni Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal (Dirjen SEF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Febrio N Kacaribu serta Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Juli Budi Winantya.
Baca Juga
Perguruan Tinggi Punya Peran Penting Perkuat Koperasi sebagai Pilar Kemajuan Ekonomi Daerah
“Yang hadir di sini para CEO, direktur, analis, dan manajer investasi ingin mendengarkan penjelasan dari dua otoritas, Pak Febrio untuk arah kebijakan fiskal, dan dari Bank Indonesia untuk arah kebijakan moneter. Kita lihat dua otoritas ini, mana yang gas tahun depan,” kata Primus dalam sambutannya, Rabu (5/11/2025).
Ia menekankan, 2026 menjadi momentum penting bagi percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Menurut Primus, tahun ekspansi ditandai dengan meningkatnya likuiditas, pertumbuhan kredit, serta penyerapan dana yang lebih besar di masyarakat.
“2026 adalah tahun ekspansi. Ekspansi artinya dana lebih banyak ke masyarakat, likuiditas perekonomian naik, kredit meningkat. Dari Bank Indonesia, kita lihat apakah suku bunganya turun, dan dari APBN, apakah spending-nya naik,” jelas Primus.
Primus menyoroti pentingnya peningkatan dana transfer ke daerah (TKD) untuk mendukung aktivitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), yang menyerap 95% tenaga kerja dan berkontribusi 61% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional. “Oleh karena itu, dana transfer daerah perlu kembali ditingkatkan. Kalau tidak, UMKM tidak bisa bergerak maju,” ujarnya.
Baca Juga
Perguruan Tinggi Punya Peran Penting Perkuat Koperasi sebagai Pilar Kemajuan Ekonomi Daerah
Primus menambahkan, kinerja sektor perbankan, seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) menjadi cerminan denyut aktivitas UMKM nasional. “Kita lihat laba bersih BRI sedikit menurun, meski pencadangan tetap besar dan di atas standar OJK,” tuturnya.
Melalui forum tersebut, Primus berharap pelaku industri dapat memperoleh gambaran jelas mengenai arah kebijakan ekonomi 2026 dan bersiap menyongsong fase ekspansi menuju pertumbuhan berkelanjutan. “Kita akan mendengar dari dua otoritas ini dan juga para analis, para pelaku, menjelaskan bagaimana optimisme 2026,” pungkasnya.

