Bagikan

PLTMH Wairara Resmi Beroperasi, Desa di Sumba Timur Kini Merdeka dari Kegelapan

Poin Penting

PLTMH Wairara berkapasitas 128 kilowatt menghadirkan listrik bagi 105 rumah tangga dan fasilitas umum.
Proyek ini menghemat sekitar 62.000 liter BBM per tahun, lebih efisien dan ramah lingkungan.
Dikelola oleh BUMDes, PLTMH menjadi simbol kemandirian energi dan penggerak ekonomi lokal.

JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) Wairara berkapasitas 128 kilowatt (kW) yang berlokasi di Desa Wairara, Kecamatan Tabundung, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peresmian dan penyalaan pertama PLTMH ini dihadiri Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung, sebagai bagian dari program nasional “Merdeka dari Kegelapan” yang bertujuan memperluas akses energi bersih di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

“Kondisi di Desa Wairara masih sangat terbatas, baik dari sisi infrastruktur maupun kelistrikan. Kami melihat sepanjang perjalanan ke sini, masih banyak desa yang belum teraliri listrik. Sebagian masyarakat masih mengandalkan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang dipasang di setiap rumah,” ujar Yuliot dalam peresmian Merdeka Dari Kegelapan, Rabu (29/10/2025).

Baca Juga

Calon Investor Ingkar, TGRA Gandeng Bahana Cari Pendanaan Proyek 5 PLTMH

PLTMH Wairara dibangun di daerah aliran Sungai (DAS) Pakuhuay dengan kapasitas 128 kW. Proyek ini diharapkan mampu memperkuat sistem kelistrikan lokal serta memperluas akses energi untuk desa-desa sekitar yang belum mendapatkan pasokan listrik secara memadai.

Menurut Yuliot, saat ini masih terdapat 23 desa di Kabupaten Sumba Timur yang belum teraliri listrik. Kehadiran PLTMH Wairara menjadi langkah awal penting dalam percepatan elektrifikasi wilayah tersebut.

“Dari kegiatan ini, ada 105 rumah tangga penerima manfaat langsung, kemudian ada sekolah SD, SMP, ada Puskesmas, dan juga di kantor pemerintahan, kantor camat, dan juga kantor desa. Untuk fasilitas sosial, juga ada gereja dan juga fasilitas-fasilitas lain yang ada di desa Wairara,” jelasnya.

Ilustrasi listrik PLN. (Dok. PLN)
Source: Dok. PLN

Selain memperluas akses listrik, PLTMH Wairara juga menjadi contoh nyata pengelolaan energi berbasis masyarakat. Pengoperasian dan pemeliharaan PLTMH dilakukan oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat.

“Pengelolaan oleh BUMDes ini merupakan bagian dari upaya penguatan ekonomi desa. Dengan dikelola langsung oleh masyarakat, perawatan dan keberlanjutan operasional PLTMH dapat berjalan lebih baik,” ungkap Yuliot.

Secara ekonomi, keberadaan PLTMH ini memberikan efisiensi signifikan. Sebelumnya, masyarakat mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) yang mengonsumsi bahan bakar cukup besar. “Dengan beroperasinya PLTMH, masyarakat menghemat sekitar 62.000 liter BBM per tahun. Jika sebelumnya PLTD membutuhkan 0,4 liter per kWh, kini biaya listrik melalui PLTMH hanya sekitar 3 sen dolar AS per kWh, jauh lebih efisien dan ramah lingkungan,” kata Yuliot.

Lebih dari sekadar menghadirkan listrik, keberadaan PLTMH Wairara juga mendorong kegiatan ekonomi produktif lokal, seperti pengembangan tenun ikat khas Sumba Timur, serta membuka peluang usaha baru di sektor kecil dan menengah.

Baca Juga

Menteri PU Tawarkan 9 Proyek Infrastruktur Rp 90 T ke Investor Dunia, dari Tol Bali hingga PLTMH

“PLTMH Wairara memberikan dampak positif besar: meningkatkan akses energi bersih, mendorong ekonomi lokal, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, dan memperkuat kemandirian energi masyarakat,” tegasnya.

Dengan beroperasinya PLTMH ini, Desa Wairara menjadi desa pertama di kawasan tersebut yang benar-benar merdeka dari kegelapan, menandai babak baru kemandirian energi di Pulau Sumba.

 
 
 
 
 
 
The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024