UI Bidik 'Groundbreaking Exit Toll' RSUI dan Kawasan CBD 2026, Potensi Pendapatan Rp 10 T Setahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Universitas Indonesia (UI) menargetkan groundbreaking pembangunan exit toll Ruas Cinere — Jagorawi (Cijago) menuju Rumah Sakit UI (RSUI) pada 2026. Exit toll tersebut menjadi pintu masuk utama menuju kawasan pengembangan central business district (CBD) baru di Depok alias Wilayah Selatan Jakarta.
Rektor UI, Heri Hermansyah menyampaikan, izin prinsip pembukaan exit toll RSUI telah disetujui Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo pada awal Oktober 2025. “Kita dipanggil Menteri PU pada awal Oktober dan diberikan surat izin prinsip pembukaan exit toll. Prosesnya sudah kita jalani sejak Januari dan baru disetujui setelah 9 bulan,” ungkapnya di kantor Kementerian PKP, Wisma Mandiri 2, Jakarta Pusat, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga
PT RITS Pastikan Keamanan Siber Sistem Tol MLFF Terjamin 100% Andal
Heri menjelaskan, setelah keluarnya surat izin prinsip tersebut, pihaknya tengah menyiapkan detail engineering design (DED) untuk proyek tersebut. “Sekarang sedang disiapkan detail desainnya. Setelah itu disetujui, barulah masuk ke tahap pembangunan. Kita berharap 2026 bisa mulai groundbreaking,” tuturnya.
Kawasan yang akan dikembangkan memiliki panjang sekitar 2 kilometer (km) dan lebar 300 meter, membentang dari area RSUI hingga ke arah Tol Cijago. Menurut Heri, area tersebut akan dikonsep sebagai CBD baru yang berisi fasilitas pendukung kegiatan akademik hingga bisnis.
“Di situ bukan permukiman masyarakat, tetapi pengembangan infrastruktur universitas, seperti international student housing, convention center, hotel, perkantoran, teaching industry, start-up, dan incubator business,” jelas Heri.
Baca Juga
Kantongi Izin Prinsip Pembangunan, 'Exit Toll' UI-Cijago Segera Dibangun
UI juga telah membentuk Direktorat Pengembangan Kawasan untuk menyusun masterplan dan menjajaki kerja sama dengan investor melalui forum bisnis dan matchmaking. “Kita akan mempertemukan kebutuhan universitas dengan pihak yang memiliki minat investasi di bidang yang sama. Kalau cocok, kerja sama akan langsung dijalankan,” tambah Heri.
Ia menambahkan, jika seluruh pengembangan berjalan sesuai rencana, kawasan CBD tersebut berpotensi menghasilkan pendapatan sekitar Rp 10 triliun per tahun. Dari nilai tersebut, kata Heri, 5% revenue akan dialokasikan untuk program beasiswa UI. “Dengan adanya perputaran uang sebesar itu, multiplier effect-nya tidak hanya dirasakan di dalam kampus, tapi juga di wilayah sekitar seperti Depok, DKI Jakarta, dan Jawa Barat,” tandas Heri.

