Universitas Indonesia Harap Pemerintah Bangun Exit Toll di Kampus UI Depok
DEPOK, Investortrust.id – Universitas Indonesia (UI) mengharapkan pemerintah mengizinkan pembangunan exit toll di Kampus UI Depok. Harapan ini disampaikan Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Heri Hermansyah usai melakukan aktivitas olahraga pagi di lingkungan Universitas UI, Depok bersama sejumlah tokoh.
Disampaikan Heri, permohonan izin dibukanya exit toll di kampus UI akan sesuai dengan visi kampus untuk menjadi kampus Unggul dan Impactful (UI), unggul dan mampu memberikan dampak bagi para tenaga pendidikan, mahasiswa, hingga masyarakat sekitar kampus Universias Indonesia.
“(Kami berupaya) bagaimana caranya kawasan yang ada di Universitas Indonesia ini menjadi kawasan yang produktif, yang kemudian membuat impact bagi dosen, tenaga pendidik, dan mahasiswanya. Diantaranya adalah dengan memanfaatkan lahan UI yang begitu luas, menjadi kawasan yang produktif. Nah, di antaranya UI saat ini sedang melakukan pengembangan kawasan. Pertama kita sedang berupaya untuk dibukanya Exit toll,” kata Heri kepada Primus Dorimulu, CEO Investortrust.id, Minggu (6/4/2025).
Pagi itu Heri Hermansyah menggelar aktivitas olah raga bersama sejumlah kolega. Ikut hadir di antaranya adalah mantan Menteri Perindustrian Saleh Husin, Ekonom Indef Aviliani, mantan Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendroprijono, dr Dance Theno, dan mantan Menhub Budi Karya Sumadi.
Disampaikan Heri, pihaknya telah menyampaikan izin kepada Kementarian Pekerjaan Umum (PU), dan pihaknya bersama Kementerian PU telah melakukan feasibility study perihal pembukaan exit toll yang renanya akan dibangun di dekat Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) yang posisinya bersisian dengan jalur tol Depok – Antasari.
Baca Juga
Sekadar catatan, kata Heri, pihak Universias Indonesia juga menjadi pihak yang pertama berkenan melepaskan lahannya seluas sekitar 8 hektare untuk kepentingan pembangunan jalur tol Depok – Antasari.
Dengan dibukanya exit toll di dekat RSUI, diharapkan akan mampu mendukung rencana pengembangan Universitas Indonesia ke depan, yang di antaranya akan mengembangkan kawasan komersial di dalam kawasan kampus, international student housing untuk menampung mahasiswa internasional, serta area civitas akademika yang akan mampu menjadi lokasi konferensi dan pengembangan keilmuan.
Saat ini kawasan kampus UI telah terhubung dengan dua stasiun komuter, yakni Stasiun Kampus UI dan Stasiun Pondok Cina. Rencananya, kata Heri, di dekat area Stasiun UI akan dikembangkan lahan parkir bertingkat untuk para pengunjung dan mahasiswa serta tenaga pengajar. Berikutnya mereka akan masuk ke dalam kawasan kampus dengan menggunakan shuttle bus bertenaga listrik secara gratis.
Sejauh ini Universitas Indonesia telah dilengkapi sejumlah fasilitas pendidikan dan olahraga yang cukup modern. Heri kepada para koleganya sempat memamerkan Faculty Club yang dilengkapi Driving Club. Selain itu Universitas Indonesia juga telah memiliki stadium sepak bola, atletik, lapangan tenis, hingga lapangan badminton. Fasilitas olah raga terbaru yang telah dibangun di kampus UI yakni pickleball.
“Bahkan juga di sini ada kolam renang olympic size, ada driving range. Dan kemudian juga ada lapangan hockey. Ini sangat menarik untuk pengembangan prestasi olahraga,” ujarnya.
Heri juga menyampaikan potensi pengembangan hutan UI yangs eluas 150 hektare dari total luas kawasan 300 hektare. Menurutnya hutan UI telah tumbuh menjadi kawasan ekosistem alami yang mengundang datangnya burng-burung liar, hingga menjadi paru-paru di selatan Jakarta yang bisa dikembangkan lebih lanjut menjadi kawasan ekowisata dan konservasi budaya.
“Selain hutannya terawat, impact udara yang segar, bahkan kini ada carbon trading. Itu juga bisa menjadi bagian dari sumbangsih Universitas Indonesia untuk memberikan udara yang sehat di selatan Jakarta,” imbuhnya.
Berikutnya ia kembali menyampaikan harapannya agar rencana pembangunan exit toll di kampus UI bisa segera terlaksana, sehingga mampu memberikan dampak besar bagi masyarakat Depok secara khusus, hingga dari sisi pengembangan akses kesehatan yang berkualitas dunia di Rumah Sakit UI.

