Pemerintah Optimistis Hentikan Impor Jagung dan Garam dalam 2 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan produksi pangan dalam negeri. Setelah sukses meningkatkan produksi beras hingga surplus 4 juta ton lebih, pemerintah kini mengarahkan fokusnya pada komoditas jagung dan garam.
Dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 di Menara Bank Mega, Jakarta, Zulhas panggilan karib Zulkifli mengungkapkan bahwa pemerintah optimistis dapat menghentikan impor jagung dan garam dalam waktu 2 tahun ke depan. Saat ini, impor jagung masih diperlukan untuk kebutuhan industri, tetapi jumlahnya telah menurun signifikan dari 3 juta ton menjadi 1,8 juta ton.
"Jagung kita sudah nggak impor lagi, kecuali untuk bahan industri, itu pun impornya sedikit kita impor kira-kira 1,8 juta, tahun lalu 3 juta lebih. Garam sudah tidak impor yang konsumsi, kecuali untuk yang industri, 2 tahun ini garam tidak lagi, jagung tidak lagi tapi gula masih," ujar Zulhas dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia 2025 bertajuk “Resiliensi Ekonomi Domestik sebagai Fondasi Menghadapi Gejolak Dunia" di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Zulhas menjelaskan, pembentukan Kementerian Koordinator Bidang Pangan telah mempermudah koordinasi antar kementerian untuk meningkatkan produksi pangan.
"Dulu, kita tidak memiliki koordinator untuk pangan, tetapi sekarang kita telah memiliki kementerian yang khusus menangani hal ini," ungkap Zulhas.
Selain itu, pemerintah juga tengah berupaya meningkatkan kesejahteraan petani, peternak, dan nelayan. Zulhas menuturkan bahwa Nilai Tukar Petani (NTP) telah naik sebesar 0,63% pada September 2025, menjadi 124,36.
Kenaikan NTP ini disebabkan oleh kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) yang lebih tinggi daripada kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib).
"Memang ada yang belum ini sedang kita galakkan yaitu peternak dan nelayan. Ini masih di bawah, masih di 110-an kalau saya nggak salah. Tahun ini atau awal tahun, karena ini perlu waktu, ini yg kita kejar besar-besaran," jelas Zulhas.
Di sisi lain, Zulhas menegaskan bahwa swasembada pangan harus menjadi prioritas utama bagi Indonesia. Dengan mencapai swasembada pangan, Indonesia dapat menjadi bangsa yang maju dan kuat.
Zulhas menyebutkan bahwa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto memiliki kebijakan andalan berupa Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dengan menyediakan gizi yang baik. Dengan program ini, diharapkan SDM Indonesia dapat menjadi lebih kuat dan mampu bersaing di era global.
"Kita akan jadi bangsa yang kuat dan maju. Kalau mau maju berarti SDM-nya harus kuat. Manusianya kuat kalau gizi bagus. Oleh karena itu, kebijakan andalan Pak Prabowo adalah makan bergizi gratis, Program MBG," terang Zulhas.
Lebih lanjut, Zulhas menyebut, program MBG ini akan berdampak besar dan luas jika terlaksana dengan baik. Zulhas menyebutkan bahwa program ini akan membutuhkan sekitar 82,9 juta butir telur per hari, serta kebutuhan lainnya seperti buah, sayur, ikan, dan nasi. Jika program ini berhasil, maka akan berdampak positif pada kualitas SDM Indonesia.
"Memang tidak mudah beri makan 82,9 juta orang. Tapi bayangkan kalau itu terlaksana semua, berjalan baik. Itu sesuatu yang luar biasa. Oleh karena itu, nggak boleh ditawar, harus swasembada. Kedaulatan pangan itu sangat penting," tegas Zulhas.

