Pemerintah Siapkan Dua Embarkasi Baru di Cipondoh dan Yogyakarta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) berencana menambah dua embarkasi baru untuk penyelenggaraan ibadah haji, masing-masing di Asrama Haji Cipondoh dan Embarkasi Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).
Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj), Dahnil Anhar Simanjuntak menyatakan, penambahan embarkasi dilakukan agar pelayanan haji semakin dekat dengan jemaah di daerah.
“Dalam rangka memberikan kemudahan akses layanan dan kenyamanan jemaah haji, kami berencana menambah Asrama Haji Cipondoh sebagai asrama haji embarkasi dan membuka embarkasi Yogyakarta,” kata Dahnil dalam rapat panitia kerja (panja) bersama Komisi VIII DPR melalui pantauan TV Parlemen, Selasa (28/10/2025).
Baca Juga
RI Ingin Rebut 30% Pangsa Pasar Ekosistem Haji dan Umrah di Arab Saudi Senilai Rp 100 Triliun
Menurut Dahnil, Asrama Haji Cipondoh sudah memiliki fasilitas memadai untuk mendukung fungsi embarkasi, mulai akomodasi, aula kedatangan dan keberangkatan, ruang customs, immigration, and quarantine (CIQ), hingga dapur. “Direncanakan seluruh jemaah haji dari Provinsi Banten akan berangkat dan pulang melalui Asrama Haji Embarkasi Cipondoh,” tambahnya.
Selain itu, pemerintah menyiapkan Embarkasi Yogyakarta melalui YIA Kulonprogo untuk melayani jemaah dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan sebagian wilayah Jawa Tengah. “Kami berencana memberangkatkan jemaah haji dari Embarkasi Yogyakarta sebagai alternatif pemberangkatan bagi jemaah dari DIY dan sebagian Jawa Tengah,” jelasnya.
Rencananya, papar Dahnil, sebanyak 8.431 jemaah dari 11 kabupaten/kota akan diberangkatkan melalui embarkasi tersebut. Wilayah yang termasuk dalam cakupan Embarkasi Yogyakarta, meliputi Kota Yogyakarta, Kabupaten Bantul, Sleman, Gunung Kidul, Kulonprogo, Kota Magelang, Kabupaten Magelang, Kebumen, Purworejo, Wonosobo, dan Temanggung.
“Dasar pemilihan kabupaten dan kota tersebut adalah kedekatan dengan lokasi embarkasi Yogyakarta (YIA Kulonprogo) agar proses keberangkatan dan pemulangan jemaah lebih efisien,” tutup Dahnil.

