YIA Ditunjuk Jadi Embarkasi dan Debarkasi Haji mulai 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) resmi ditetapkan sebagai embarkasi dan debarkasi haji mulai 2026. YIA memiliki landasan pacu 3.250 meter yang dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A330, serta terminal berkapasitas besar.
Penunjukan YIA sebagai embarkasi dan debarkasi haji tercantum dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2025 tentang Penetapan YIA sebagai Embarkasi dan Debarkasi Haji Tahun 2026.
Kebijakan ini sejalan dengan harapan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) agar Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi embarkasi haji mulai 2026.
Baca Juga
Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah, Agraria, dan Tata Ruang Kemenko IPK, Nazib Faizal menyampaikan, keputusan ini merupakan tindak lanjut arahan Menko AHY untuk mengoptimalkan potensi infrastruktur di DIY.
“Harapan Bapak Menko AHY agar Yogyakarta menjadi embarkasi haji telah disetujui oleh Kementerian Haji dan Umrah,” kata Nazib dalam keterangan resmi, Sabtu (15/11/2025).
Nazib menjelaskan, layanan embarkasi haji di YIA akan menerapkan konsep hotel Bubble, di mana calon jamaah tidak perlu melalui gedung Asrama Haji seperti embarkasi lainnya.
“Skema hotel bubble akan diterapkan agar pelayanan jamaah haji lebih efisien sekaligus memberi dampak ekonomi nyata bagi masyarakat Kulonprogo,” jelas dia.
Dia menambahkan, konsep tersebut akan meningkatkan kenyamanan jamaah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama sektor perhotelan, transportasi, dan UMKM lokal.
General Manager Bandara YIA, Ruly Artha menekankan, penetapan YIA sebagai embarkasi dan debarkasi haji menunjukkan kesiapan infrastruktur bandara.
“Penetapan YIA sebagai embarkasi haji 2026 adalah amanah besar, sekaligus bukti pengakuan atas kualitas infrastruktur yang kami miliki,” ujar Ruly.
YIA, menurut Ruly, memiliki fasilitas yang mendukung operasi pesawat besar dan arus jamaah haji, di antaranya landasan pacu 3.250 meter yang dapat didarati pesawat berbadan lebar seperti Boeing 777 dan Airbus A330, serta terminal berkapasitas besar untuk melayani penerbangan haji secara efisien.
Ia berharap penetapan tersebut dapat memberi dampak ekonomi wilayah. “Keberhasilan ini tidak lepas dari dukungan penuh dan arahan strategis Bapak Menko AHY yang mendorong YIA berperan maksimal dalam pelayanan publik, termasuk ibadah haji,” imbuh Ruly.
Baca Juga
Adapun kloter pertama jamemaah haji dari YIA dijadwalkan berangkat pada 22 April 2026. Calon jemaah haji berasal dari Provinsi DIY (Kota Yogyakarta, Sleman, Bantul, Gunungkidul, dan Kulonprogo) serta sebagian wilayah Jawa Tengah, yakni Kebumen, Purworejo, Wonosobo, Temanggung, Magelang, dan Kota Magelang.
Penetapan YIA sebagai embarkasi haji merupakan hasil koordinasi lintas kementerian dan lembaga (K/L) termasuk Kementerian Perhubungan, Pemprov DIY, Pemkab Kulonprogo, serta PT Angkasa Pura Indonesia (Injourney Airports) sebagai pengelola bandara.
“Dengan dukungan infrastruktur bandara yang modern dan lengkap, YIA kini tidak hanya menjadi gerbang wisata dan ekonomi, tetapi juga gerbang ibadah bagi jamaah haji di Yogyakarta dan sekitarnya,” kata Nazib Faizal.

