Kementerian PU: JPO Polda Metro Jaya dan Pasar Senen Rampung November 2025
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Cipta Karya menargetkan penyelesaian dua Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Polda Metro Jaya dan Pasar Senen rampung pada November 2025. Hal ini menyusul tindakan vandalisme oleh oknum tak dikenal pada aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025.
“Kalau (perbaikan) JPO on progress, di November (2025) ini harus selesai,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Cipta Karya Kementerian PU, Dewi Chomistriana saat ditemui di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/10/2025).
Menurutnya, proses yang memakan waktu paling lama adalah pemesanan lift beserta pembangunan rumah lift. “Lift itu harus dipesan dahulu, dan rumah lift-nya dibuat, jadi memang butuh waktu,” jelas Dewi.
Sebelumnya, Kementerian PU menargetkan, perbaikan JPO Pasar Senen yang terdampak aksi vandalisme rampung pada akhir 2025. Dirjen Cipta Karya, Dewi Chomistriana menyatakan, kerusakan JPO Pasar Senen tergolong berat karena struktur dan fasilitas lift harus diganti.
“Lift untuk yang JPO Senen lebih parah kondisinya. Jadi strukturnya juga harus diganti, sehingga kami memerlukan waktu dan kami targetkan selesai sampai dengan Desember 2025,” kata Dewi di JPO Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (8/9/2025) lalu.
Dewi menuturkan perbaikan kerusakan ringan, seperti lantai, atap, kaca pecah, hingga hand railing telah selesai dan sudah berfungsi normal. Namun, untuk perbaikan kerusakan sedang hingga berat, termasuk bagian struktur, masih dalam proses pengerjaan.
Dikatakan Dewi, pihaknya menggunakan desain bangunan lama untuk mempercepat proses perbaikan aset-aset pemerintah tersebut. “Kalau ingin cepat, kami akan ambil desain awal. Yang akan kami lakukan adalah meningkatkan kualitas materialnya, seperti mengganti material yang tidak mudah terbakar dan kaca biasa dengan tempered (glass),” ungkap dia.
Secara terpisah, Gubernur Jakarta Pramono Anung mengungkapkan, biaya kerugian aset Kota Jakarta bertambah menjadi Rp 80 miliar imbas tindakan vandalisme saat aksi unjuk rasa pada Kamis (28/8/2025) – Sabtu (30/8/2025).
“Jadi, dengan dua JPO (Pasar Senen dan Polda Metro Jaya), kemudian juga ada beberapa CCTV di lapangan yang di lapangan mengalami kerusakan, dan juga perbaikan 18 traffic lights. Alhamdulillah, dari 18 itu 17 sudah selesai semua, tinggal yang di Slipi. Maka, biaya secara total kerugiannya menjadi Rp 80 miliar,” kata Pramono saat konferensi pers di Balai Kota, Jakarta, Selasa (2/9/2025) lalu.
Pramono turut menyampaikan rasa terima kasihnya atas bantuan pemerintah pusat melalui Kementerian PU untuk bantuan revitalisasi JPO Pasar Senen dan Polda Metro Jaya dengan total biaya tidak kurang dari Rp 19 miliar.

