Menko Muhaimin Mau Bikin Proyek 'Pasar 1.000 Malam', Berdayakan UMKM Perempuan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar, mengatakan pihaknya tengah menyiapkan proyek piloting pemberdayaan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang tersebar di seribu titik seluruh Indonesia.
Melalui proyek ini, pemerintah akan memperkuat kebutuhan UMKM dari berbagai aspek. Mulai dari aspek pembiayaan, peningkatan kapasitas pengusaha UMKM, hingga sampai ke pemasaran.
"Ini pilot projectnya, kita kan sedang bersama-sama lintas sektoral membangun pusat-pusat bisnis baru untuk UMKM di semua kota. Agar seluruh pemerintah daerah dan pemerintah pusat bersinergi memberi ruang kepada UMKM-UMKM untuk pameran, untuk eksplor seluruh produknya dengan murah," katanya saat konferensi pers usai menggelar Rapat Tingkat Menteri (RTM) di kantor Kemenko PM, Jakarta, Senin (27/10/2025).
Pria yang karib disapa Cak Imin itu mengatakan, proyek ini nantinya akan dinamai dengan 'Pasar 1.000 Malam'. Ia memastikan, proyek ini akan tersebar di seribu titik seluruh Indonesia, dengan mengedepankan pemberdayaan UMKM perempuan sebagai prioritas.
"Itu intinya policy semua pemerintah pusat dan daerah untuk memberi ruang murah, ruang yang mudah diakses, tempat pemasaran dan tempat untuk mengeksplor produk-produk UMKM kita. Ini perempuan nanti menjadi nafas utamanya, menjadi pengarusutamaan di dalam piloting seribu titik ini," kata dia menjelaskan.
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Arifatul Choiri Fauzi, dalam kesempatan yang sama, mendorong adanya upaya pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi. Ia mengatakan, tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak umumnya didasari atas faktor-faktor perekonomian rumah tangga.
Baca Juga
"Dari penelitian atau survei yang kami lakukan, kami melakukan analisa internal bahwa salah satu penyebab tingginya kekerasan terhadap perempuan dan anak adalah faktor ekonomi. Karena faktor ekonomilah ini merambah kemana-mana," katanya saat ditemui usai rapat bersama Menko PM di Jakarta, Senin (27/10/2025).
Ia meyakini, upaya pemberdayaan perempuan dalam sektor ekonomi tidak bisa dilakukan hanya oleh pihaknya, melainkan harus dikerjakan lintas kementerian/lembaga.
Pertemuan bersama Menko PM juga ia sebut sebagai tindaklanjut dari pesan Presiden Prabowo Subianto yang menginginkan agar kementerian/lembaga tidak berjalan sendiri-sendiri.
"Mudah-mudahan setelah ini, kolaborasi ini akan berlanjut bukan hanya di pilot project, kerja bersama, kolaborasi, menyelesaikan persoalan-persoalan di tingkat desa, khususnya di sektor ekonomi sebagai salah satu solusi pencegahan terhadap kekerasan yang dialami perempuan maupun anak," kata dia menjelaskan.

