Kementerian PU Tegaskan Pembangunan Trans-Papua dan DOB Tak Berhenti
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo memastikan proyek pembangunan Jalan Trans-Papua serta infrastruktur di daerah otonomi baru (DOB) tetap dilanjutkan. Langkah ini menjadi bagian upaya pemerintah memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di Tanah Papua.
“Kalau Trans-Papua tetap kita jalankan, sama dengan DOB, tetap kita jalankan. Memang target utama adalah bagaimana Papua ini bisa terhubung sehingga masyarakatnya bisa terhubung sehari-hari,” kata Dody saat ditemui di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/10/2025).
Ia menegaskan, selain melanjutkan proyek jalan utama, pemerintah fokus pengembangan wilayah pertumbuhan ekonomi baru di beberapa provinsi di Papua.
“Kemudian Trans-Papua kita akan fokuskan. Kemudian juga pertumbuhan (ekonomi) baru yang ada di beberapa provinsi di Papua, kita juga segera kerjakan,” ujar Dody.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong percepatan pembangunan infrastruktur di wilayah Otonomi Khusus (Otsus) Papua melalui rapat koordinasi bersama pemerintah daerah se-Papua.
AHY menyampaikan, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu fokus utama pemerintah untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan pembangunan di wilayah timur Indonesia.
“Yang menjadi pembahasan pada rapat koordinasi hari ini adalah sinkronisasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah se-Papua, khususnya ada empat hal yang kita bahas,” kata AHY dalam rapat koordinasi bersama Menteri Transmigrasi Iftitah S Suryanagara dan Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otsus Papua beberapa waktu lalu.
Dikatakan AHY, empat agenda tersebut, meliputi pengembangan kawasan strategis dan kawasan ekonomi baru, percepatan pembangunan infrastruktur Trans-Papua sebagai tulang punggung konektivitas darat, integrasi konektivitas udara dan laut untuk memperlancar logistik serta mobilitas antarwilayah, dan pengembangan kawasan permukiman serta transmigrasi di sepanjang koridor Transpapua.
“Empat agenda penting tersebut tentu tidak akan selesai dalam satu kali rakor, tapi paling tidak kita sudah bisa mendapatkan big picture-nya, gambaran umum dan gambaran luasnya,” tutupnya.

