Kementerian PU Catat Serapan Anggaran 60% Per Oktober 2025
Poin Penting
|
BEKASI, investortrust.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengeklaim, serapan anggaran kementeriannya pada 2025 telah mencapai hampir 60% per Senin (27/10/2025).
“Sekarang mungkin sekitar hampir 60%, karena tiap hari ini kita percepat penyelesaian tender, kita percepat kontrak, segala macam. Kalau sudah kontrak, pasti sudah menyerap uang muka kan, yang kemudian menambah serapan,” ungkap Dody saat ditemui di Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 13 Bekasi, Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/10/2025).
Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa optimisme penyerapan anggaran Kementerian PU dapat mencapai lebih dari 94% pada akhir 2025. Hal itu disampaikannya seusai melakukan kunjungan kerja ke Kementerian PU dalam rangka memantau realisasi belanja kementerian terkait.
“Saya ke sini semacam safari anggaran untuk memastikan anggaran yang ada dibelanjakan dengan baik. Di sini memang serapannya masih sekitar 50% lebih, tetapi langkah-langkah percepatannya sudah cukup bagus, sehingga akhir tahun mungkin bisa 94% atau lebih,” ungkap Purbaya di kantor Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (17/10/2025) lalu.
Purbaya menjelaskan, sejumlah program penting, seperti pembangunan dan perbaikan irigasi serta jalan desa akan menjadi fokus belanja pada kuartal IV tahun ini.
“Program-program itu penting karena akan dibelanjakan di daerah, dan bisa mendorong perekonomian supaya ekonomi kita tumbuh lebih cepat di kuartal keempat,” jelasnya.
Ia menyinggung penyebab rendahnya serapan anggaran pada awal tahun, yang antara lain disebabkan keterlambatan proses buka-tutup alias pembukaan blokir anggaran PU.
“Memang ada beberapa hal yang terlambat karena perubahan blokir di awal-awal tahun. Namun, sekarang hampir sebagian besar sudah kami buka, dan tidak ada masalah karena mereka minta sesuai kemampuan serapnya,” tandas Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya menilai Kementerian PU memiliki pengalaman panjang dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Ia berharap kementerian tersebut dapat kembali memainkan peran penting seperti pada 2015.
“Kalau dahulu zaman Pak Jokowi tahun 2015, PU adalah mesin utama pertumbuhan ekonomi. Sekarang saya ingin melihat peran PU yang lebih signifikan lagi ke depan. Kayaknya mereka mampu,” tutup Purbaya.

